Banjarnegara– MIM Badakarya pada hari Sabtu, 21 Safar 1447 H bertepatan dengan tanggal 16 Agustus 2025 mengundang wali murid kelas 1 dalam kegiatan pembelajaran Tahsin Qur’an menggunakan metode Ummi. Program ini digagas untuk membangun kerja sama erat antara madrasah, guru, dan wali murid, terutama dalam mendampingi anak belajar Al-Qur’an di rumah.
Kepala Madrasah, Laelatul Qodar, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada empat pilar utama, yaitu sekolah, orang tua, lingkungan, dan media. “Media belajar Al-Qur’an yang digunakan di MIM Badakarya adalah metode Ummi, karena sistematis, mudah diterapkan, dan bisa mendukung proses pembelajaran baik di madrasah maupun di rumah,” jelasnya.
Pada pertemuan pertama, kegiatan difokuskan pada pembahasan buku Ummi jilid 1 dan 2. Selanjutnya, program akan dilanjutkan secara bertahap hingga selesai jilid 6, ditambah dengan materi tajwid dan ghorib sebagai penguatan bacaan Al-Qur’an siswa.
Darniyati, selaku pemateri, mengungkapkan rasa senangnya karena seluruh wali murid menunjukkan antusiasme dan semangat tinggi dalam mengikuti acara ini. “Alhamdulillah, wali murid sangat aktif. Semoga semangat ini terus berlanjut demi mendukung anak-anak dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an,” ujarnya.
Salah satu wali murid, Feti, wali dari Rafif siswa kelas 1B, juga menyambut baik program tersebut. Ia menilai langkah madrasah sangat tepat untuk meningkatkan kemampuan anak dalam membaca Al-Qur’an. “Kami sangat mendukung, karena dengan adanya program Tahsin Qur’an ini anak-anak bisa lebih semangat dan terarah dalam belajar,” tuturnya.
Melalui program Tahsin Qur’an ini, MIM Badakarya berharap terjalin sinergi yang kuat antara madrasah dan orang tua, sehingga kualitas pembelajaran Al-Qur’an dapat meningkat dan memberi manfaat besar bagi anak-anak didik. (fwn)
