Pagentan Satu Data: Kolaborasi Apik Penyuluh Agama dan Perangkat Desa Demi Keadilan Sosial

Banjarnegara (Humas) – Di tengah udara sejuk Kecamatan Pagentan, sebuah langkah konkret untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan spiritual serta sosial dilakukan pada Selasa (3/2/2026). Alfiana, seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) wilayah Pagentan, menggelar aksi jemput bola melalui pendataan kesejahteraan masyarakat yang terintegrasi dengan program lintas sektoral.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif. Alfiana, yang dikenal aktif di lapangan, berkolaborasi dengan perangkat desa dan dinas terkait untuk memastikan bahwa data kemiskinan dan status kesejahteraan warga selaras dengan kondisi di lapangan. Hal ini bertujuan agar bantuan di masa depan, baik yang bersifat material maupun bimbingan rohani, tepat sasaran.

Program ini menjadi bukti bahwa peran Penyuluh Agama kini semakin meluas. Tidak hanya berdiri di mimbar, Alfiana masuk ke ruang-ruang tamu warga, mendengarkan keluh kesah mereka, sembari mencatat variabel kesejahteraan yang dibutuhkan oleh Pemerintah Desa maupun Kementerian Agama.

Kepala Desa Pagentan, Abdul Kohar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang melibatkan berbagai pihak ini. Menurutnya, akurasi data adalah kunci utama pembangunan desa yang berkeadilan.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Ibu Alfiana. Sinergi antara penyuluh agama dan pemerintah desa ini membuat proses validasi warga kurang mampu menjadi lebih humanis. Data yang akurat adalah pangkal dari kebijakan yang adil; kita tidak ingin ada warga yang benar-benar membutuhkan justru terlewatkan hanya karena urusan teknis,” ujar Abdul Kohar saat ditemui di sela-sela pemantauan lapangan.

Senada dengan Kades, Agung Nugroho selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Pagentan, menekankan bahwa aspek kesejahteraan tidak hanya diukur dari nominal rupiah, tetapi juga kualitas hidup dan akses terhadap layanan dasar.

“Kehadiran lintas sektoral seperti ini memudahkan kami di bagian Kesra untuk memetakan prioritas. Ibu Alfiana membantu kami melihat sisi lain dari masyarakat, termasuk kebutuhan akan bimbingan mental-spiritual yang seringkali menjadi penguat warga dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Ini adalah kolaborasi yang ideal antara pembangunan fisik dan pembangunan jiwa,” ungkap Agung Nugroho.

Alfiana Nurhidayah menjelaskan bahwa pendataan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moralnya untuk memastikan umat mendapatkan hak-haknya. Dengan data yang valid, program-program seperti pemberdayaan ekonomi berbasis zakat atau bantuan sosial keagamaan lainnya dapat disalurkan dengan lebih efektif.

Puluhan kepala keluarga telah dikunjungi, meski medan Pagentan yang berbukit memberikan tantangan tersendiri, semangat kolaborasi antara Penyuluh Agama, Kasi Kesra, dan Kepala Desa menjadi bahan bakar utama untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini demi Pagentan yang lebih sejahtera di tahun 2026.

(an/azd)