Bersuara dengan Bahasa Al-Qur’an, Nurul Badriyati Raih Juara 3 Pidato Bahasa Arab PORSENI
Dipublikasikan pada: 23 September 2026 | Oleh: adminweb

Banjarnegara – Ada bahasa yang bukan hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi jembatan menuju khazanah ilmu dan peradaban Islam. Itulah yang ditunjukkan Nurul Badriyati, siswa MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA), melalui penampilannya dalam Lomba Pidato Bahasa Arab PORSENI Kecamatan Banjarnegara di MIM Semampir.(19/9)
Tampil dengan penuh percaya diri, Nurul Badriyati mampu menyampaikan pidato dalam bahasa Arab dengan penguasaan materi, artikulasi, dan ekspresi yang meyakinkan. Penampilannya berhasil mengantarkan Nurul meraih Juara 3.
Capaian tersebut menjadi salah satu warna membanggakan dalam perjalanan MIFABARA di ajang PORSENI Kecamatan Banjarnegara. Lebih dari sekadar piala, prestasi ini menunjukkan keberanian siswa madrasah untuk tampil dan berkompetisi melalui kemampuan bahasa Arab.
Bagi seorang pelajar madrasah, bahasa Arab memiliki ruang yang istimewa. Bahasa ini menjadi salah satu pintu untuk mengenal Al-Qur’an, hadis, doa, serta berbagai karya keilmuan Islam. Karena itu, kemampuan berpidato dalam bahasa Arab bukan hanya tentang kefasihan berbicara, tetapi juga proses membangun kecintaan terhadap bahasa dan tradisi keilmuan Islam.
Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi atas pencapaian Nurul. Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Alhamdulillah, kami bangga dengan capaian Nurul. Bahasa Arab adalah bagian penting dalam pendidikan di madrasah. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan,” ungkapnya.
Perjalanan menuju podium tentu tidak lahir dalam satu malam. Ada latihan, hafalan, koreksi pengucapan, hingga keberanian untuk tampil di hadapan juri yang menjadi bagian dari proses Nurul.
PORSENI pun kembali membuktikan bahwa panggung kompetisi bukan sekadar tempat mencari juara. Ia adalah ruang bagi anak-anak untuk menemukan keberanian, mengasah kemampuan, dan belajar menghargai proses.
Dari MIFABARA, bahasa Arab tak hanya dilafalkan, tetapi dihidupkan melalui keberanian dan prestasi.
Hari ini Nurul berdiri membawa bahasa Arab ke atas panggung. Semoga dari panggung kecil ini tumbuh mimpi-mimpi besar untuk terus belajar, berprestasi, dan mengharumkan nama madrasah. (nas)