Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di TPQ Daarul Mukhlisin, Desa Blimbing, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (29/09/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta didik TPQ sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman keagamaan sejak dini, khususnya mengenai pentingnya adab dalam menuntut ilmu.
Dalam penyuluhan tersebut, Dian Setiadi menyampaikan materi “Adab Menuntut Ilmu dalam Islam”. Materi diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa belajar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menghafal, atau memahami materi keagamaan, tetapi juga harus disertai sikap hormat kepada guru, orang tua, sesama teman, serta kesungguhan dalam mencari ilmu.
Dian menjelaskan bahwa ilmu akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila disertai dengan akhlak yang baik. Peserta didik juga diajak untuk membiasakan diri menjaga sopan santun ketika berada di lingkungan TPQ, mendengarkan ketika guru menyampaikan materi, tidak mengganggu teman, serta mengamalkan ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Dian menekankan bahwa proses belajar merupakan bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik. “Menuntut ilmu tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga bagaimana ilmu yang kita pelajari dapat membuat kita menjadi anak yang lebih baik, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki akhlak yang baik,” jelasnya.
Selain membahas adab kepada guru dan orang tua, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga niat dalam belajar. Menurut Dian, kebiasaan sederhana seperti berdoa sebelum belajar, mengucapkan salam, mendengarkan penjelasan guru, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari pembentukan karakter Islami yang perlu dibiasakan sejak usia dini.
Kegiatan penyuluhan juga berlangsung secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pertanyaan dan pengalaman mereka selama mengikuti pembelajaran di TPQ. Pendekatan tersebut diharapkan membuat materi lebih mudah dipahami dan mendorong peserta untuk menerapkan nilai-nilai yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dian berharap pembinaan keagamaan di lingkungan TPQ dapat terus menjadi sarana untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga menunjukkan akhlak terpuji dalam kehidupan bermasyarakat. “Anak-anak perlu dibiasakan untuk mencintai ilmu sekaligus menghargai proses belajar. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh di TPQ dapat menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang saleh dan bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya.
Kegiatan penyuluhan di TPQ Daarul Mukhlisin tersebut menjadi bagian dari peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan edukasi dan penguatan pemahaman keagamaan kepada masyarakat. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, nilai-nilai agama diharapkan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diterapkan dalam sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari.
(m/azd)







