Portal Resmi Kementerian Agama Republik Indonesia

IPARI Peduli Krisis Air Bersih, Salurkan Bantuan ke Empat Titik di Mandiraja

Dipublikasikan pada: 1 Oktober 2026 | Oleh: adminweb

Banjarnegara (Humas) – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak krisis air bersih melalui kegiatan bakti sosial dan dropping air bersih di Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (30/9/26). Bantuan disalurkan ke empat titik di Desa Kaliwungu dan Desa Somawangi yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Di Desa Kaliwungu, bantuan air bersih disalurkan ke Dukuh Karanglewas RT 02/RW 06 dan RT 01/RW 03. Sementara di Desa Somawangi, dropping air bersih diberikan kepada masyarakat di Dukuh Kalirau RT 03/RW 04 dan Dukuh Kalirau RT 04/RW 04.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian IPARI terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh kebutuhan air bersih. Melalui kegiatan sosial ini, para penyuluh agama turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong di lingkungan sekitar.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, Hendriyanto, mengatakan bahwa bantuan air bersih tidak hanya berkaitan dengan distribusi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran penyuluh di tengah masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Ketika masyarakat mengalami kesulitan air, kita tidak cukup hanya menyampaikan pesan tentang kepedulian, tetapi harus berusaha hadir dan ikut membantu. Semoga bantuan ini sedikit meringankan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari Kecamatan Mandiraja. Kasi Trantib Kecamatan Mandiraja, Sudarsono, menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi persoalan air bersih.

“Kami mengapresiasi kepedulian IPARI. Ini bentuk gotong royong yang sangat dibutuhkan masyarakat. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan warga,” tuturnya.

Salah satu penerima manfaat dari Desa Kaliwungu, Turyati, juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima masyarakat.

“Terima kasih kepada IPARI dan semua pihak yang sudah membantu. Air sangat kami butuhkan, apalagi saat kondisi seperti ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Kegiatan dropping air bersih tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi bagian dari pengabdian penyuluh agama kepada masyarakat. Kehadiran IPARI tidak hanya melalui pelaksanaan tugas penyuluhan dan edukasi keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Bantuan yang disalurkan ke empat titik di dua desa tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun semangat gotong royong antara penyuluh, pemerintah wilayah, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan yang dirasakan bersama.

Melalui kegiatan tersebut, IPARI turut mengambil peran dalam menghadirkan kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat, terutama ketika kebutuhan dasar seperti air bersih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. 

(m/azd)