Banjarnegara (Humas) – Rabu (19/2) Madrasah Aliyah Negeri 1 Banjarnegara menyelenggarakan sosialisasi Prosedur Operasioal Standar Ujian Madrasah (POS UM) 2024/2025 bertempat di aula. Sosialisasi POS UM dihadiri oleh orang tua/wali siswa kelas XII. Ujian madrasah yang sering disebut dengana UM merupakan kewenangan madrasah untuk mengukur capaian hasil belajar peserta didik dan merupakan salah satu syarat penentuan kelulusan. Hal itu sebagaimana disampaikan kepala madrasah, Muslimin Winoto dalam sambutannya.
Terkait dengan POS UM yang disampaikan oleh Indriyani selaku waka kurikulum, bahwa semua peserta didik kelas XII telah memenuhi syarat untuk mengikuti UM tahun 2024/2025.
”Semua peserta didik telah memenuhi syarat untuk mengikuti UM dan wajib mengikutinya serta mematuhi tata tertib UM”. tuturnya
”Serangkaian dengan kegiatan akhir tahun, siswa kelas XII juga wajib mengikuti agenda penting lainnya yaitu ujian praktik, ASAT, dan UM”. lanjut Indriyani
Ujian Madrasah akan dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 22 Maret dengan model berbasis kertas bertempat di madrasah. Disampaikan pula mengenai kriteria kelulusan yang meliputi siswa telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap minimal baik, serta telah mengikuti UM.
Sedangkan penentuan kelulusan ditetapkan melalui rapat dewan guru dan ditetapkan dalam dalam surat keputusan kepala madrasah.
Selain informasi kebijakan UM tahun 2024/2025 juga disampaikan tentang peluang peserta didik dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi antara lain SNBP, dan SPAN-PTKIN
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan orang tua siswa kelas XII MAN 1 Banjarnegara lebih siap menghadapi kelulusan serta memiliki perencanaan matang dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Ketika M Abror, waka kesiswaan ditanya tentang perlunya sosialisasi POS UM, ditegaskan bahwa tujuan Sosialisasi ini adalah meningkatkan pemahaman tentang kebijakan dan strategi pelaksanaan UM tahun 2024/2025. Setidaknya dengan lebih memahami pelaksanaan UM, orang tua siswa ikut serta dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. ungkap M.Abror. (SWH)
