Banjarnegara (Humas) – Pramuka (Praja Muda Karana) adalah suatu organisasi kepanduan yang diharapkan mampu melahirkan generasi bangsa baik muda atau dewasa yang berbanding unggul dan mampu menjadi cikal bakal bangsa yang bermartabat. Pramuka Garuda adalah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka baik Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega.
Sebanyak 796 pramuka siaga telah dilantik menjadi Pramuka Garuda Kwartir Ranting Banjarnegara. 35 dari 796 adalah pramuka siaga MIMAU (MI Maarif Al Falah Joyokusumo) yang ikut serta dalam Pelantikan Pramuka Garuda. Pelantikan Pramuka Garuda dihadiri oleh Ketua Kwarran (Kwartir Ranting), Mabimran (Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kwartir Ranting), Pengurus Kwarcab (Kwartir Cabang) bidang Wakabinamuda dan Kamabigus (Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan).(20/2)
Syarat menjadi pramuka siaga garuda adalah dengan menyelesaikan SKU (Syarat Kecakapan Umum) lalu bisa menyodorkan menjadi calon Pramuka Garuda. Dalam perjalannya, uji sayarat sangat perlu dilakukan untuk mengetahui layak tidaknya seorang pramuka dalam mendapatkan gelar Pramuka Garuda. Adapun Uji Syarat yang harus ditempuh adalah SKU, TKK (Tanda Kecakapan Khusus), Hasta Karya, Persari, Pertemuan Siaga dalam Kwartir, Penggunaan Komputer dan Keteladanan.
Setelah uji syarat yang dilakukan serentak pada tanggal 19 Februari 2025, semua pramuka siaga calon garuda dilantik pada tanggal 20 Februari 2025 di Gedung Aswaja NU Center Banjarnegara. Peserta pelantikan diikuti oleh 35 pangkalan dengan rincian 391 putri siaga dan 402 putra siaga. Hal ini mengalami jumlah yang meningkat dalam peserta yang mengikuti pelantikan Pramuka Garuda.
Acara pelantikan dibuka oleh MC kak Rieva dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Pramuka. Kak Budiono selaku Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kawrtir Ranting dalam sambutannya, menerangkan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan hari ini dengan melewati berbagai uji syarat dan proses yang ada.
“Saya sangat bersyukur atas terselenggaranya pelantikan pramuka garuda pada tahun 2025. Jumlah peserta meningkat dari sebelumnya. Hal ini menjadi tanda bukti bahwa minat anak pada pramuka mengalami perkembangan. Harapan saya dengan adanya pelantikan ini, ananda akan menjadi pribadi yang mempunyai branding unggul yang kuat,” tuturnya.
Acara pelantikan diawali dengan pelaksanaan adat dengan menghadirkan orang tua bapak atau ibu untuk menenami putranya yang akan dilantik menjadi pramuka garuda. Adapun perlengkapan yang dibawa orang tua dalam acara adat adalah baskom, air, bunga sekar, roti dan kain lap. Hal ini menjadi sebuah tradisi lama, karena sebelum anak siaga dilantik menjadi pramuka siaga, semua melaksanakan adat dengan mencucikan kaki orang tua serta menyuapi kue ke orang tua.
Hal ini mempunyai filosofi tersendiri karena menjadi seorang pramuka siaga harus mempunya rasa bakti kepada orang tua dan selalu meminta doa restu kepada orang tua supaya mendapat keberkahan setiap langkahnya. Tangis haru dirasakan oleh semua peserta dan orang tua dikarenakan hal yang tidak biasa dilakukan anak-anak dilakukan dengan sangat khidmat dan termasuk dalam wujud patuh kepada orang tua.
Ibu Fani selaku orang tua Beril dan salah satu wali murid MIMAU menyatakan rasa haru bercampur rasa bangga melihat putranya mendapatkan pembelajaran berkesan lewat dunia pramuka.
“Saya sangat bangga kepada anak saya yang telah mampu melewati proses panjang dalam mendapatkan gelar pramuka garuda. Terlebih lagi, di momen ini anak diberi kesempatan untuk mencuci kaki saya dan menyuapi saya tentu menjadi suatu momen yang langka.
Jarang sekali acara yang mengadakan ritual tersebut. Harapan saya, semoga pramuka menjadi wadah terbentuknya karakter yang jitu dan tentu untuk MIMAU menjadi suatu contoh yang baik untuk semuanya,” jelasnya.
Acara adat tersebut langsung dilanjutkan dengan penyematan TPG (Tanda Pramuka Garuda) dan Pengalungan Medali Garuda kepada semua peserta yang dilakukan oleh orang tua masing-masing. Hal ini menambah haru peserta dan orang tua dalam melakukan kegiatan tersebut.
Zello selaku peserta pramuka siaga mimau menyatakan rasa bahagianya dapat menjadi bagian sejarahj dalam kehidupannya.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa sampai detik ini. Dengan mengikuti pramuka banyak sekali pembelajaran yang bisa saya dapatkan karena bukan hanya diajarkan mental kuat, namun juga mengajarkan tentang kepedulian, patuh, dan pribadi yang menyenangkan. Semoga dengan saya mendapatkan kalung medali dan TPG bisa menjadi penguatan untuk terus melakukan kebaikan,” ungkapnya. (AD)
