Amaliah Ramadhan, MTs Negeri 3 Banjarnegara Gelar Buka Bersama

Banjarnegara – Ramadhan menjadi saat yang paling tepat untuk memperbaiki diri, berintrospeksi diri (muhasabah), bertobat dan memperbanyak permohonan ampun (istigfar) kepada Allah SWT, bertutur kata baik, menahan amarah, berbagi harta, menebar kasih sayang terhadap sesama, serta saling memaafkan satu sama lain sebagai wujud representasi orang bertakwa.

Pandemi yang tidak kunjung berahir tidak menghalangi MTs Negeri 3 Banjarnegara untuk mengadakan acara buka bersama sebagai salah satu bentuk mendirikan dan melaksanakan amaliah Ramadhan dengan tetap mematuhi protokoler kesehatan.

Dalam acara tersebut hanya di ikuti oleh dua kelas yakni kelas 7 dan kelas 8 full day school, tujuan hanya 2 kelas yang di libatkan agar tidak menimbulkan kerumunan. dalam acara tersebut juga di hadiri kepala madrasah bapak Muhamad Sidiq, Waka Kurikulum, Akhun Sobari, Waka Kesiswaan, Teguh Puji Wasono, dan Ustadz Sarkun. Rabu (28/4)

Acara di buka dengan kultum menjelang buka puasa yang di isi oleh ustadz Sarkun, dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah setelah itu siswa-siswi bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Isya dan dilanjutkan dengan sholat Tarawih.

Dalam sholat Isya dan Tarawih dipimpin oleh ustadz Sarkun yang di ikuti semua siswa dan guru madrasah. Sebelum melaksanakan sholat tarawih ustadz Sarkun menjelaskan “Sholat Tarawih ada 2 versi yang pertama dengan 11 rakaat dengan witir dan yang kedua dengan 23 rakaat dengan witir , dari yang 11 atau 23 itu semua ada landasan hadistnya dan tidak perlu di perdebatkan karena ulama yang melaksanakan 11 rakaat juga berlandaskan hadits begitu pula yang 23 rakaat juga berlandaskan hadits, yang tidak benar itu ketika dirinya memperdebatkan masalah jumlah sholat Tarawih tapi malah dirinya sendiri tidak pernah melaksanakan sholat Tarawih”. Tandasnya.

Selesai sholat Tarawih di isi dengan acara siraman rohani oleh kepala madrasah MTs Negeri 3 Banjarnegara bapak Muhamad Sidiq, MA. Beliau menyampaikan dalam bulan suci Ramadhan ini adalah waktu kita untuk introspeksi diri atas setiap tindakan kita yang kurang baik.

“Yang pada tahun lalu sholatnya masih sering di abaikan mulai ramadhan sekarang di perbaiki, yang dulu saat tarawih malah tidur atau malah main saja dengan temanya sekarang dirubah dengan mengikuti tarawih di masjid atau mushola dekat rumah, yang dulu menunggu waktu berbuka puasa dengan kegiatan ngabuburit atau jalan-jalan yang manfaatnya tidak ada, lebih baik di isi dengan membaca Al-Qur’an sembari menunggu waktu berbuka itu lebih bermanfaat dan juga menambah keimanan kita,” ucapnya.

“Oleh karena itu mari bersama-sama tingkatkan ibadah kita kepada Allah SWT, tingkatkan iman dalam hati kita karena bulan Ramadhan di katakana bulan suci jadi jangan cuma bulanya saja yang suci tapi hati kita juga harus ikut suci dengan cara memperbanyak ibadah dan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi merugikan,” pungkasnya.  (ar/ak)