Awali Dan Akhiri UM Dengan Pembekalan Spiritual

Banjarnegara – Salah satu tradisi yang dilakukan oleh siswa – siswi MI Maarif Al Falah Joyokusumo adalah minta doa restu dari pengasuh dan keluarga pondok pesantren serta guru – guru. Tradisi ini selalu dilakukan manakala menjelang UM, juga kegiatan lainnya seperti lomba – lomba. Disamping itu secara otomatis mereka mendapatkan pembekalan secara spritual.

Dalam sowannya, Gus Baha (putra dari alm KH Saefudin Hamzah) mendoakan kepada siswa – siswi kelas VI dan membekali secara spiritual kepada siswa – siswi kelas VI yang akan melaksanakan UM.

“Jadilah santri yang selalu ingat dengan gurunya, jangan lupa selalu doakan kedua orang tuanya. Man Jadda wa jada.. siapa yang sungguh – sungguh pasti akan sukses”, ungkapnya. (11/4)

Sementara pembekalan spiritual yang disampaikan oleh H.M Rifai, beliau mengatakan tentang keberkahan ilmu. Salah satu kitab yang mempelajari tentang pentingnya ridha guru adalah kitab Ta’limul Muta’alim karangan syekh az-Zarnuji. Kitab ini menjadi referensi para guru dan siswa, malah menurutnya kitab ini bisa dijadikan mata pelajaran wajib karena membahas bagaimana perilaku seorang pencari ilmu mulai dari niat, menjaga sampai mengamalkan ilmunya.

Dengan pembekalan spiritual dari para ustadz apalagi ditambah selama UM Tatap Muka berlangsung, diawali dengan kegiatan pembiasaan pagi yaitu sholat dhuha, hajat dilanjutkan doa serta asmaul Husna secara berjamaah siswa melaksanakan UM dengan tenang dan mudah – mudahan selalu dalam bimbinganNya.

Selanjutnya di hari terakhir UM, siswapun mengikuti pembekalan spiritual sekaligus bertepatan jelang Ramadhan dan Libur awal Ramadhan. “Semoga kalian semuanya bisa mengisi kegiatan di bulan Ramadhan ini dengan sesuatu yang positif dan bermanfaat, semaksimal mungkin. Jaga kebiasaan beribadah yang sudah biasa dilakukan di MI Joyokusumo,” tutur Wahyul selaku Kepala Madrasah. (12/4)

Beliau berpesan pula agar semua siswa dalam menyongsong bulan Ramadhan benar – benar dengan niat yang baik dan memiliki target-target yang baik pula yang berguna untuk diri mereka. “Jadilah anak yang memiliki akhlaqul karimah, dan contohkanlah kepada keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (wk/ak)