Balai Diklat Support Peningkatan Kompetensi Pegawai Non PNS

Banjarnegara – Dalam rangka peningkatan kompetensi Penyuluh Agama Islam dan Guru RA/BA/TA Balai diklat Keagamaan Semarang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menggelar DDWK (Diklat Di Wilayah Kerja) untuk 2 angkatan Senin (03/02).

Pembukaan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag direncanakan selama 6 hari kerja (3-8/02) di hadiri Widyaiswara balai diklat yang dipimpin oleh H. Zaenuri.

Dalam sambutan singkatnya, H. Zaenuri menuturkan bahwa kehadiran Tim dalam rangka silaturrohmi dan melaksanakan tugas negara terkait kediklatan program peningkatan kompetensi penyuluh Agama Non PNS dan Guru RA/BA/TA dalam paket DDWK.

“Karena ada juga program diklat dengan model jarak jauh yang sedang terlaksana hari ini juga,” paparnya.

Jaman sekarang ini menjadi seorang penyuluh berbeda dengan jaman dahulu. Berbagai kemudahan tersedia, bahkan pemerintah mensupport fasilitas dari kediklatan bagi yang belum PNS. Termasuk gaji yang langsung di terimakan melalui ATM.

“Menjadi seorang penyuluh atas tugas dan fungsinya tidak hanya dihargai dalam bentuk gaji, namun amal ibadahnya juga akan dibalas nantinya di akhirat,” tuturnya.

Dan ini merupakan anugerah bekerja di Kementerian Agama, tidak terkecuali bagi guru madrasah setingkat RA yang belum PNS, imbuhnya.

Adapun kehadiran Tim Balai Diklat dalam rangka pelayanan pendidikan dan pelatihan dalam bentuk sharing.  Nantinya peserta mendapatkan ATK dan uang tranport dari negara.

Untuk itu diharap kegiatan diikuti dengan baik, salah satunya kewajiban dengan hadir sebelum jam pembelajaran. Buktikan juga bahwa semangat mengikuti kedikalatan tidak kalah dengan yang tua, hal ini sebagai bentuk pembuktian kompetensi orang pegawai Kementerian Agama.

Berbagai peningkatan kediklatan juga telah disediakan oleh Balai Diklat seperti pre-test dan post yang dilakukan secara online.

Kegiatan kediklatan yang akan dilaksanakan selama 1 pekan ini, niatkan belajar dan semoga bisa memberikan barokah. Bisa bertambah ilmunya, membawa manfaat dan kemaslahatan saat nantinya bisa diterapkan di wilayah kerja masing-masing, pungkasnya. (Nangim/)