Belajar dari Alam, Siswa Kelas 5A dan 5D MIFABARA Praktik Anyaman dari Bahan Kebun Madrasah

Banjarnegara – Pembelajaran Seni Rupa di MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA) berlangsung bermakna dan menyenangkan. Siswa kelas 5A dan 5D mengikuti kegiatan belajar anyaman dengan memanfaatkan bahan alam yang berasal dari kebun madrasah. Kegiatan ini menjadi wujud pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa belajar dari lingkungan sekitar sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap alam.(7/2)

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep dasar seni anyam, mulai dari pola sederhana, teknik menyilang, hingga prinsip kerapian dan ketelitian. Setelah memahami teori, siswa mempraktikkan langsung pembuatan anyaman menggunakan bahan alam hasil kebun madrasah, seperti daun pandan , daun serai dan serat alami yang telah disiapkan sebelumnya. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga kesabaran dan ketekunan siswa.

Guru pengampu Seni Rupa menyampaikan bahwa pembelajaran ini dirancang agar siswa tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memahami makna di balik proses berkarya. “Melalui anyaman, anak-anak belajar bahwa sebuah karya indah lahir dari proses yang rapi, sabar, dan telaten. Mereka juga diajak mengenal potensi alam sekitar sebagai sumber belajar,” tuturnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Dengan penuh semangat, mereka mencoba menyusun pola anyaman sambil saling berdiskusi dan membantu teman yang mengalami kesulitan. Bagi siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan karena mereka dapat berkarya langsung dari bahan yang sebelumnya mereka lihat dan rawat di kebun madrasah.

Kepala MI Al Fatah Parakancanggah mengapresiasi pelaksanaan pembelajaran tersebut. Menurutnya, pemanfaatan bahan alam dalam pembelajaran Seni Rupa merupakan bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan. “Anak-anak tidak hanya belajar seni, tetapi juga belajar menghargai alam, bekerja dengan sabar, dan menyadari bahwa sesuatu yang sederhana dapat bernilai jika diolah dengan kreativitas,” ungkapnya.

Melalui pembelajaran anyaman ini, siswa kelas 5A dan 5D MIFABARA diajak memahami bahwa seni tidak selalu lahir dari bahan mahal, melainkan dari kepekaan, ketekunan, dan rasa syukur atas apa yang tersedia di sekitar. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal penting dalam kehidupan mereka kelak.(nas)