Banjarnegara (Humas) — Kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri (Bimwin Mandiri) kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pendampingan calon pengantin agar memiliki kesiapan yang matang sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Kegiatan ini diikuti oleh pasangan muda dengan latar belakang usia yang cukup menarik perhatian, di mana usia calon suami lebih muda dibandingkan calon istri. (20/1/2026)
Pasangan calon pengantin tersebut adalah Dewangga Prayitno (19), warga Desa Petir, dan Linda Septiani (20), warga Pucung Bedug. Meski usia keduanya masih tergolong muda dan terdapat perbedaan usia, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengan penuh kesadaran dan komitmen. Keduanya diketahui saling mengenal melalui media sosial, yang kemudian berlanjut pada hubungan yang lebih serius hingga memutuskan untuk menikah.
Fenomena perkenalan melalui media sosial serta pernikahan di usia muda menjadi tantangan tersendiri dalam membangun rumah tangga. Oleh karena itu, keikutsertaan pasangan ini dalam Bimwin Mandiri menjadi langkah penting untuk membekali diri dengan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dasar dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
Kegiatan Bimwin Mandiri ini menghadirkan Heri Sutikno, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Purwanegara, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Heri Sutikno mengangkat tema “Pondasi Keluarga Sakinah”, yang menekankan pentingnya membangun rumah tangga berdasarkan nilai-nilai keimanan, tanggung jawab, komunikasi yang baik, serta saling pengertian antara suami dan istri.
Dalam materinya, Heri Sutikno menyampaikan bahwa usia bukanlah satu-satunya tolok ukur kedewasaan dalam pernikahan. Menurutnya, kesiapan mental, emosional, dan spiritual justru menjadi faktor utama dalam menciptakan keharmonisan rumah tangga. “Perbedaan usia, termasuk ketika calon suami lebih muda, bukanlah hambatan selama pasangan memiliki komitmen, saling menghargai, dan mau belajar menjalani peran masing-masing,” jelasnya.
Selain itu, peserta Bimwin Mandiri juga diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri, manajemen konflik dalam rumah tangga, pentingnya komunikasi yang terbuka, serta peran agama sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Materi disampaikan secara dialogis sehingga pasangan calon pengantin dapat menyampaikan pandangan, harapan, serta kesiapan mereka dalam menghadapi kehidupan pernikahan.
Melalui kegiatan Bimwin Mandiri ini, diharapkan pasangan muda seperti Dewangga Prayitno dan Linda Septiani memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga ke depan. Bimbingan ini juga menjadi bentuk upaya preventif untuk meminimalisir potensi permasalahan dalam pernikahan, khususnya pada pasangan muda yang masih dalam tahap penyesuaian usia dan kematangan.
(HS/azd)
