Diskusi Menarik Amalan Bulan Sya’ban di MT Bani Ahmad Situwangi

Banjarnegara (Humas) – Majelis Taklim (MT) Bani Ahmad Situwangi menggelar diskusi keagamaan yang berlangsung hangat dan penuh antusias pada hari Senin (26/1/2026). Kegiatan ini mengangkat tema amalan-amalan utama di bulan Sya’ban sebagai bekal spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Diskusi tersebut dipandu oleh Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Rakit, Fu’ad Latif, dan diikuti oleh jamaah MT Bani Ahmad dengan penuh perhatian.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan MT Bani Ahmad ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jamaah mengenai keutamaan bulan Sya’ban serta amalan yang dianjurkan untuk diamalkan secara konsisten. Ketua MT Bani Ahmad, Sutaryo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh KUA Kecamatan Rakit yang senantiasa aktif membersamai masyarakat melalui kegiatan pembinaan keagamaan. Ia berharap diskusi semacam ini dapat terus dilaksanakan guna memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Fu’ad Latif menjelaskan bahwa bulan Sya’ban memiliki kedudukan istimewa dalam Islam sebagai bulan pengantar menuju Ramadhan. Ia memaparkan berbagai amalan yang dianjurkan, seperti memperbanyak puasa sunnah, meningkatkan kualitas shalat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta memperkuat doa dan istighfar. Penyuluh juga menekankan pentingnya meluruskan niat dan menjaga konsistensi ibadah, bukan hanya di bulan tertentu, tetapi sebagai bagian dari pembentukan karakter seorang muslim.

Menariknya, metode yang diterapkan dalam diskusi ini tidak bersifat satu arah. Penyuluh menggunakan pendekatan dialogis dan partisipatif, dengan mengajak peserta berdiskusi, berbagi pengalaman ibadah, serta mengaitkan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari. Metode ini membuat suasana diskusi menjadi lebih hidup dan interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya dan menyampaikan pandangan mereka terkait praktik amalan Sya’ban yang selama ini dijalani.

Para jamaah MT Bani Ahmad mengaku tertarik dan merasa mudah memahami materi yang disampaikan. Pendekatan yang komunikatif dan bahasa yang sederhana membuat pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta, baik kalangan orang tua maupun generasi muda. Diskusi ini tidak hanya memberikan tambahan wawasan, tetapi juga memotivasi jamaah untuk mempersiapkan diri secara lebih matang dalam menyambut bulan Ramadhan.

Ketua MT Bani Ahmad, Sutaryo, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan jamaah. Ia berharap, setelah mengikuti diskusi ini, para anggota majelis taklim dapat mengamalkan nilai-nilai yang disampaikan serta menularkannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh jamaah diberi kekuatan dan keistiqamahan dalam beribadah, khususnya di bulan Sya’ban dan seterusnya. 

(FLF/azd)