Dua Guru MTs Negeri 2 Banjarnegara dan Tiga Siswanya Ikut Pelatihan KSM Se-Jateng Di Semarang

Banjarnegara – Kompetisi Sains Madrasah adalah ajang kompetisi madrasah dibidang Sains yang diselenggarakan oleh Kemenag. KSM kali ini ditingkat MTs se-Jateng yang meliputi 3 mata pelajaran yaitu IPA terpadu Terintegrasi, IPS Terpadu Terintegrasi dan Matematika Terintegrasi.

KSM diadakan untuk membangun semangat peserta didik dalam mengobarkan antusias terhadap sains benar-benar masuk dalam jiwa, dalam arti yang lain kepandaian peserta didik di madrasah tidak kalah dengan kepandaian peserta didik di sekolah dalam bidang sains.

Pelatihan KSM MTs se-Jateng ini diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, berlangsung selama 5 hari (01/06-05/06), diikuti oleh 71 peserta didik dan 61 guru. Pelatihan ini memberikan pembimbingan kepada peserta didik terpilih dan wakil dari guru IPA, IPS dan Matematika berlangsung di MTs Negeri 1 Semarang.

Pada pelatihan ini dari MTs Negeri 2 Banjarnegara mengikutkan 2 guru pendamping dan 3 peserta didik. Para guru pendamping sekaligus sebagai peserta pelatihan KSM terlihat enjoy dan antusias dalam mengikuti pelatihan.

“Saya enjoy dan antusias dalam mengikuti pelatihan KSM ini, semoga pelatihan ini menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi saya”, kata Arba Finda Sejati, guru IPA MTs Negeri 2 Banjarnegara.

Sementara di tempat terpisah para peserta didik sangat serius dalam mengikuti pembimbingan. Apalagi fasilitator yang didatangkan diantaranya dari Surabaya dan Yogyakarta. Para fasilitator sangat telaten dalam membimbing anak-anak dengan penuh disiplin. Afiq Jamarizqi merasa sangat senang mengikuti pembimbingan KSM ini.

“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini. Dibimbing dalam mengerjakan soal-soal dan dijabarkan dengan sangat detail,” kata Afiq peserta pelatihan KSM IPA.

Sementara Fasa Wahyuningrum peserta pelatihan KSM mapel IPS juga mengungkapkan rasa bangganya bisa mengikuti pelatihan ditingkat propinsi.

“Pelatihan ini menjadikan momen yang sangat penting. Menambah pengalaman dan wawasan apalagi dibimbing mengerjakan soal-soal dengan rinci dan detail,”ungkap Fasa di sela-sela acara istirahat.

Kholidun sebagai peserta pelatihan KSM dari unsur guru Matematika juga mengatakan bahwa untuk peserta didik dalam 5 hari mengikuti pelatihan ada peningkatan pemahaman materi Matematika.

“Pembimbing melakukan pendekatan personal karena nantinya anak bisa memberikan diri untuk mengungkap ketidaktahuannya. Dengan mengikuti pelatihan KSM ini penguasaan materi Matematika lebih meningkat,”kata Kholidun.

Semoga dengan pelatihan KSM akan membawa pencerahan dan menambah pengalaman bagi anak dan lebih memantapkan langkah dalam menghadapi KSM yang akan tiba pada waktunya. (sis/en)