Enam Guru Bahasa Indonesia MAN 2 Banjarnegara  ikuti PKB MGMP MA 

Banjarnegara – Pelaksanaan Program Bantuan Kelompok Kerja Guru  Tahap 1 tahun 2023 MGMP Bahasa Indonesia MA se-Kabupaten Banjarnegara diselenggarakan  tanggal 15 Agustus s.d. 30 September 2023. Pertemuan perdana  ini terlaksana hari Selasa (15/8) di   ruang kelas MA Al Fatah yang dihadiri oleh 24 guru. Program tersebut akan diisi  materi  terkait Pengembangan Keprofesian  Berkelanjutan (PKB). MAN 2 Banjarnegara dalam kesempatan itu menugaskan seluruh guru Bahasa Indonesia, yakni R.Kusdaryoko, Dyah Iryani Wulandari , Yesty Kurnia Dhewi, Retno Susilowati, Fajri Arianingsih dan Sutiyani (15/8).

Program PKB ini terselenggara berkat bantuan dari Kementerian Agama RI yang bekerja sama dengan World Bank dalam projeck Realizing Educations Promise for Madrasah Education Quality Reform Direktorat Jendral Pendidikan Islam Tahun 2023. Adapun tujuan dari program ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pengajaran, pembelajaran, dan pembimbingan di madrasah dengan meningkatkan motivasi, kompetensi, dan kinerja guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan KBM.

R.Kusdaryoko, selaku ketua MGMP dalam sambutan mengungkapkan rasa syukur atas lolosnya proposal MGMP Bahasa Indonesia dalam program ini. Dia berharap “Semoga kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat untuk guru, peserta didik, dan madrasah.”

Karyono, selaku Kepala Sekbid Penma pun mengucapkan selamat atas lolosnya MGMP Bahasa Indonesia dalam program ini dan  sangat berharap, “Semoga kita dapat melaksanakan kegiatan penuh semangat sesuai fungsinya dan hasil dari kegiatan ini  akan menjadikan  perubahan ke arah yang lebih baik.”

Fitri Muhlisoh, selaku Kepala MA Al Fatah dan tuan rumah dalam sambutannya mengungkapkan, “Semoga dengan kegiatan ini guru mapel Bahasa Indonesia akan semakin berkualitas dan ngluberi  barokah pada mapel yang lain.”

Nur Laela Isnaeni, selaku Pengawas MA dan MTs di samping menyampaikan materi Implementasi Kurikulum Merdeka pun berpesan agar madrasah dapat dikenal di Masyarakat. “Untuk itu,  semua elemen madrasah dapat mempublikasikan hal yang positif baik secara on line di media sosial termasuk peserta didik,” pungkasnya. (Sty/rky)