Guru Harus Memiliki Lompatan Berpikir Dalam Era Disrupsi Teknologi

Banjarnegara – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Agus Suryo Suripto menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) Kepala MTs N 4 Banjarnegara kepada Mukhsin Iwan Setiawan yang menggantikan Plt sebelumnya H. Yatiman yang mengemban amanah baru sebagai Kepala MTs N 2 Wonosobo.

Sebelum menerima SK Plt Kepala MTs, Mukhsin Iwan Setiawan menjabat sebagai wakil kepala MTs 4 Banjarnegara. Adapun penyerahan SK Plt ini bertempat di Aula MTs N 4 Banjarnegara dan dihadiri Pengawas MTs/MA, Komite, serta guru dan pegawai MTs N 4 Banjarnegara. (5/1)

Yatiman, Plt MTs 4 yang lama dalam sambutannya menyatakan bahwa dirinya telah bertugas sebagai Plt selama 16 bulan, terhitung sejak bulan Oktober 2019.

“Perlu diketahui bahwa dulunya MTs 4 Banjarnegara ini dulunya merupakan MTs Swasta, yaitu MTs GUPPI Lengkong, yang baru di negerikan pada tahun 1995, setelah sekian tahun berubah menjadi negeri sekolah ini banyak sekali perubahan akan tetapi yang menjadi kendala hanya satu yaitu jumlah muridnya yang sedikit. Saat ini murid MTs 4 Banjarnegara berjumlah sekitar 213 anak, dan semoga pada musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini target mendapatkan 107 siswa bisa terpenuhi,” tambahnya.

Sementara itu, Dalam sambutan dan pembinaan kepada guru dan karyawan MTs N 4 Banjarnegara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Agus Suryo Suripto menyampaikan bahwa Madrasah akan semakin berkembang dan maju apabila warga madrasah mampu menganalisis kekuatan dan kelebihan yang dimiliki agar mampu bersaing dan menjadi idola di tengah masyarakat.

“Selain mengetahui kekuatan dan kelebihan, warga madrasah juga harus mengetahui kekurangan yang ada agar bisa memperbaiki kondisi madrasah dalam menghadapi tantangan kedepan, kita semua telah mengetahui Analisis SWOT dalam membangun sebuah Lembaga, ayo kita terpakan ilmu analisis SWOT ini jangan hanya sebagai teori saja,” tambahnya.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa guru dan karyawan harus mempunyai lompatan berpikir kedepan agar mampu menghadapi cepatnya perkembangan teknologi di era disrupsi. Guru di zaman sekarang dituntut mahir teknologi digital, dan untuk menjadi sukses harus membangun sinergi dengan lembaga lain.

“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa madrasah harus bisa bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian lembaga pendidikan yang peduli dengan kehidupan sosial kemasyarakatan demi terwujudnya madrasah yang hebat dan bermartabat,” imbuhnya. (ak)