Hadir Menguatkan, Penyuluh KUA Karangkobar Sapa Pasien dan Keluarga melalui Bimrohis

Banjarnegara (Humas) — Di tengah ikhtiar mendapatkan kesembuhan, kekuatan hati dan ketenangan batin menjadi bagian penting yang tak kalah berharga. Karena itu, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar hadir memberikan penguatan melalui Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) kepada pasien dan keluarga pasien di Puskesmas Karangkobar, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, Amat Zuhri, dan Adib. Bimrohis diisi dengan nasihat keagamaan, penguatan spiritual, serta doa bagi pasien dan keluarga yang sedang menghadapi masa sakit.

Duwi Rohmah mengajak pasien dan keluarga untuk tetap menjaga kesabaran serta menghadirkan husnuzan kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.

Sakit bukan berarti Allah meninggalkan kita. Di balik setiap keadaan, selalu ada ruang untuk mendekat kepada-Nya. Mari kita jalani ikhtiar pengobatan dengan sabar, berdoa, dan tetap berharap kepada Allah,” tutur Duwi.

Ia juga mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang sedang sakit. Kehadiran, perhatian, dan kata-kata yang menenangkan dapat menjadi penguat bagi pasien.

Sementara itu, Amat Zuhri dan Adib turut memberikan nasihat keagamaan dan mengajak pasien maupun keluarga untuk menjadikan masa sakit sebagai momentum memperbanyak doa, dzikir, kesabaran, serta introspeksi diri.

“Kita berikhtiar melalui pengobatan, tetapi jangan lupa menyertakan doa. Semoga setiap ikhtiar menjadi jalan menuju kesembuhan dan setiap kesabaran bernilai ibadah di sisi Allah,” pesan Amat Zuhri.

Dalam kesempatan tersebut, para penyuluh juga mendoakan pasien agar diberikan kesembuhan, kekuatan, ketenangan, dan kemudahan dalam menjalani proses pengobatan. Doa juga dipanjatkan bagi keluarga agar diberikan kesabaran dan keteguhan dalam mendampingi orang-orang tercinta.

Suasana Bimrohis berlangsung hangat. Pasien dan keluarga menyimak dengan baik nasihat yang disampaikan. Salah seorang keluarga pasien asal Sarwodadi bahkan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam.

“Terima kasih sudah datang memberikan nasihat dan mendoakan kami. Rasanya lebih tenang dan merasa diperhatikan,” ungkapnya.

Bagi Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Bimrohis merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Kehadiran penyuluh bukan hanya ketika masyarakat berada dalam suasana bahagia, tetapi juga ketika mereka sedang menghadapi ujian kehidupan.

Sebab terkadang, yang dibutuhkan seseorang yang sedang sakit bukan hanya obat untuk tubuh, tetapi juga doa, ketenangan, dan seseorang yang mengingatkan bahwa ia tidak sendirian.

Penyuluh Agama Islam Bergerak, KUA Hadir Menguatkan.