Harlah ke 18, IGRA Tuntut Kedewasaan

Ikatan Guru Raudlatul Atfal (IGRA) lahir pada 29 Oktober 2002 dari tingkat pusat sampai dengan tingkat kecamatan. Saat ini sudah memasuki usia ke 18 dan merupakan umur dewasa dalam hal perjalanan sebuah organisasi.  Di Banjarnegara tercatat terdapat 722 guru RA/BA/TA, yang tersebar di 261 lembaga. Adapun jumlah siswanya 9450 siswa, menduduki tingkat 3 se Provinsi Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Ummu Rosidah selaku Ketua IGRA Kabupaten Banjarnegara dalam rangka Harlah IGRA ke-18 Selasa ini (10/11) di Sand Bay Hote Surya Yudha Banjarnegara. Kegiatan mengambil tema ‘Kiprah 18 tahun IGRA Semakin Kuat Sebagai Organisasi Profesi Dalam Mewujudkan Guru RA Yang Hebat Dan Bermartabat.

“Harapan di usia 18 tahun, IGRA semakin diterima di masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas, meningkat kuantitasnya dan semakin maju dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad yang hadir mengucapkan ‘Selamat panjang umurnya serta mulia’.”Panjang umurnya dengan menorehkan catatan prestasi. Sedangkan ‘Mulia’ dengan amal dan hasil kerja tersebut akan men-sejarah dan men-sejariah,” tuturnya.

Dalam bekerja sebagai guru masa pendidikan dini harus menjadikan bagian dari ‘riyadhoh’, yang berarti kerja keras. Di dukung pula dengan Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhas.  Hubungan dengan Kerja Ikhlas, Kakanwil berharap dalam bekerja sebagai pendidik dilandasi kemandirian dan tidak mengeluh.

Salah satu tanda kedewasaan adalah ‘Keberanian’ dalam hidup bersama dengan orang yg berbeda. Disini di tuntut perilaku saling menghormati dan menghargai.  Dengan saling menghargai akan terbentuk kerukunan dan kekompakan, dan kondisi ini menjadi modal dalam kemajuan dan bekerja lebih baik.

Tidak ‘Egois’ juga menjadi tanda kedewasaan, yakni menyadari memikirkan hari esok, bukan hanya hari ini saja. Menjadi dewasa juga berfikir memberikan kemanfaatan kepada orang lain sesuai posisinya, khususnya memberikan kemanfaatan bagi  generasi penerus dalam kondisi yang lebih baik. 

Pubertas Beragama

Saat pembinaan Kakanwil juga menyinggung istilah ‘Pubertas Beragama’. Bangsa Indonesia sedang mengalami hal ini, dimana urusan agama semangatnya luar biasa. Dahulu tidak berjilbab biasa, sekarang berjilban menjadi trend, sekolah menjadi pilihan utama saat menyekolahkan anaknya dimana ada pendidikan agamanya.

“Sekarang ini tumbuh semangat beragama yang universal, keimanan, ibadah, dogma, bahkan satu nilai yang sama saat berada di tempat yang berbeda akan berbeda juga bentuk serta perlakuannya,” tuturnya.

Kakanwil mengingatkan bahwa sekarang ini perlu ‘Keagamaan’ dibarengi dengan semangat kebangsaan, sebagaimana para pendiri bangsa membuat falsafah Pancasila sebagai dasar negara.

Masalah Suku, Ras, Antargolongan sudah tidak menjadi masalah, namun ‘Agama’ bisa menjadi konflik dengan fanatisme seseorang. Untuk itu perlu dijaga agar tidak terjadi benturan dan kepentingan dengan melibatkan agama.

Agama seharusnya seharusnya mengajarkan kasih sayang kedamaian,  ketertiban dan keamanan. Melalui kedewasaan menjadi cara agar ‘Isu agama’ tidak di mainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Mari dengan kedewasaan, kita tunjukkan wajah Islam yang damai, rahmatan Lil’alamain demi persatuan dan persatuan bangsa. Juga dalam rangka membentuk generasi bangsa dan pemimpin masa depan yang benar dan tepat. Semoga dengan meningkatnya umur, IGRA semakin semakin maju, berkembang dan bercita-cita tinggi,” harap Kakanwil.

Pembacaan Puisi dan Lagu Harapan Guru IGRA menutup rangkaian kegiatan. Dilanjutkan dengan Pemotongan Tumpeng, Roti Ulang Tahun dan pelepasan Balon Harapan oleh Kakanwil Kemenag Jateng- Musta’in Ahmad dan diikuti para peserta Harlah yang hadir. (Nangim)