Kemenag Banjarnegara Adakan Pelatihan Jurnalistik Untuk Guru PAI

Banjarnegara – Seksi Pendidikan Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara mengadakan pelatihan jurnalistik yang diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari seluruh Pengawas Pendidikan Agama Islam, Ketua MGMP SMP, SMA dan SMk Kabupaten, Ketua KKG Kecamatan, operator SMP, SMA, SMK dan seluruh operator Kecamatan. Adapun pelatihan jurnalistik ini diselenggarakan di Ruang Madukara Hotel Surya Yudha. (16/3)

Dalam Kesempatan kali ini, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Muh. Subhan menyatakan bahwa pelatihan jurnalistik ini sangat penting bagi guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI). “Guru PAI harus bisa menulis berita agar nantinya dipublis di internet. Hal ini tentunya bertujuan untuk meramaikan dan mengarusutamakan konten moderat  di internet yang selama ini kurang tergarap dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut beliau menambahkan sejatinya dunia tulis menulis adalah dunianya guru. Seorang guru harus bisa menulis, namun demikian dalam berbagai penelitian ternyata guru yang produktif dalam menulis amatlah sedikit jumlahnya. “Dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, saya berharap semoga bapak-ibu guru sekalian bisa terpacu dan termotivasi untuk menulis, tentunya dengan penulisan yang sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik seperti dalam berita harus terpenuhi unsur 5W dan 1 H,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Khalwani selaku narasumber dalam pelatihan jurnalistik ini menyatakan bahwa yang dibutuhkan seseorang ketika ingin menulis adalah niat dan keinginan.

“jikalau sudah ada niat untuk menulis, InsyaAllah menulis menjadi mudah. Pasti ketika hendak menulis yang menjadi bayangan bapak-ibu sekalian adalah munulis itu sulit, saya tidak bisa, hilangkan pikiran itu semua, bahwa menulis itu mudah” terangnya.

Dalam penulisan berita memang unsur yang paling penting adalah terpenuhi 5W dan 1H. Sebuah berita harus memuat siapa, dimana, mengapa, apa, kapan dan bagaimana. Jika sudah ada keenam unsur tadi tinggal pengembangan gagasan.

“Perlu diketauhi bahwa dalam penulisan jurnalistik harus memenuhi standar penulisan, seperti ejaan. Dan untuk judul diharapkan dibuat semenarik mungkin agar orang yang membaca judulnya sudah punya hasrat keinginan untuk membaca,” jelasnya.

Pelatihan ini diakhir dengan praktek membuat tulisan berupa berita yang sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. (ak)