Kemenag Banjarnegara Lakukan Pembinaan Anak Punk

Banjarnegara – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Sumarna melakukan pembinaan terhadap Anak Punk yang terjaring razia oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Banjarnegara (DINSOS PPPA), (29/3). Adapun pembinaan ini dilakukan di Aula DINSOS PPPA Kabupetan Banjarnegara.

Aziz Achmad, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupetan Banjarnegara mengatakan bahwa pembinaan anak punk yang telah terjaring Razia ini amat penting. “Kami telah melakukan razia anak punk jalanan yang berada di Banjarnegara. Razia ini berhasil menjaring 7 anak punk, yang terdiri dari 3 laki-laki dan 4 perempuan,” jelasnya

“Anak punk ini rata-rata masih anak usia sekolah setingkat SMP dan berasal dari berbagai daerah seperti Banjarnegara, Wonosobo, Dan Kembumen,” tambahnya.

Sumarna dalam pembinaan terhadap anak Punk ini menyatakan bahwa pembinaan ini dilakukan dalam rangka mengembalikan mental dan mengarahkan anak punk untuk kembali ke jalan yang benar.

“Jujur saya sangat prihatin dengan keberadaan anak punk ini, saat saya tanya kebanyakan mereka telah terbiasa mengkonsumsi alkohol dan bertindak asusila, lewat pembinaan ini saya mencoba mengingatkan mereka untuk Kembali kerumah masing-masing serta mengarahkan untuk kembali melanjutkan belajar ke sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sumarna menghimbau kepada anak Punk untuk menjauhi mabuk-mabukan

“Mabuk-mabukan adalah pangkal dari kejahatan, ayo perlahan-lahan kembali kejalan yang benar, pulanglah kerumah orang tua masing-masing,” tambahnya.

Anak punk yang hidupnya di jalanan ini memang menjadi tanggung jawab Negara. Negara harus hadir untuk mengentaskan berbagai masalah sosial masyarakat seperti anak punk ini.

“Kami harus bertanggung jawab terhadap masa depan kehidupan anak punk yang hidup di jalanan ini dengan memberikan pembinaan. Pembinaan ini sebagai upaya bahwa Negara hadir untuk mengentaskan beberapa masalah sosial,” terang Aziz Ahmad.

Semoga anak punk yang terjaring Razia ini bisa menyadari bahwa jalan hidup yang dipihnya ini kurang tepat, “Besar harapan kami anak punk ini mau melanjutkan untuk Kembali bersekolah, tentu ini untuk kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. (ak)