Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kualitas ketahanan keluarga bagi masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Bawang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin (catin) di wilayah setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Nikah dengan menghadirkan fasilitator berkompeten di bidangnya. (20/1/2026)
Kepala KUA Bawang, Kus Indarto, menegaskan bahwa bimbingan ini adalah modal utama bagi pasangan sebelum sah menjadi suami istri. Menurutnya, kesiapan mental dan ilmu pengetahuan jauh lebih penting dibandingkan sekadar persiapan resepsi pernikahan yang bersifat seremonial.
“Target kita bukan hanya sukses di hari pernikahan, tapi sukses dalam menjalani kehidupan setelah itu. Melalui Bimwin ini, kita membekali mereka dengan pemahaman tentang hak, kewajiban, serta cara menjaga keharmonisan agar terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujar Kus Indarto dalam arahannya.
Acara dimulai dengan sesi materi pertama yang disampaikan oleh Istiva Zakiah, Penyuluh Agama Islam KUA Bawang. Dalam paparannya, menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai landasan spiritual dalam pernikahan. Ia mengajak para calon pengantin untuk meluruskan niat dan memahami bahwa pernikahan adalah ibadah terpanjang.
“Keluarga sakinah dimulai dari kesadaran masing-masing pasangan untuk saling menghargai dan memahami peran yang telah digariskan agama. Dengan landasan iman yang kuat, badai dalam rumah tangga akan lebih mudah dilalui,” ujar Istiva Zakiah saat memberikan pembekalan.
Memasuki sesi kedua, hadir Kurnia Dewi dari Puskesmas Bawang 2 yang memberikan materi dari sudut pandang medis. Beliau menekankan pentingnya kesehatan reproduksi dan persiapan gizi bagi calon pengantin sebagai langkah nyata mencegah stunting pada anak di masa depan. “Kesehatan keluarga dimulai sebelum kehamilan. Melalui pemeriksaan kesehatan dan asupan nutrisi yang tepat sejak sebelum menikah, kita bisa mencetak generasi masa depan yang sehat dan berkualitas,” jelas Kurnia Dewi.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diikuti oleh pasangan calon pengantin dengan antusiasme tinggi. Sebagai KUA dengan status “Pusaka”, KUA Bawang berkomitmen untuk terus menghadirkan narasumber lintas sektoral guna memberikan edukasi yang komprehensif bagi masyarakat.
Diharapkan melalui pembekalan ini, pasangan calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi dan materi, tetapi juga siap secara mental dan spiritual untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah demi masa depan bangsa yang lebih baik.
(FA/azd)
