Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Punggelan resmi memulai rangkaian roadshow penyuluhan “Ramadan Menggapai Sakinah” pada Rabu (4/3/2026). Program ini diterjunkan langsung ke musholla dan masjid di Desa Kecepit dan Badakarya sebagai upaya konkret menekan angka perceraian yang masih tinggi di wilayah tersebut.
Kepala KUA Punggelan, Irfan Sulastono, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan jemput bola ini. “Angka perceraian yang tinggi adalah tantangan besar. Kami ingin momen Ramadan ini menjadi madrasah bagi pasutri untuk kembali pada Mitsaqan Ghalizhan, janji kokoh di hadapan Allah. Keluarga yang kuat adalah kunci masyarakat yang sehat,” tegasnya.
Penyuluhan ini dilakukan secara paralel oleh dua Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF). Di Desa Kecepit, Yani Itsnawati memfokuskan pembinaan di Musholla Al-Ikhlas RT 06/01. Yani menekankan bahwa pasangan suami-istri harus memposisikan diri sebagai mitra sejajar (Zawaj) untuk menghindari dominasi yang memicu konflik. “Momen Ramadan adalah waktu terbaik bagi pasutri untuk bermuhasabah. Dengan memahami lima pilar ini, kami berharap konflik rumah tangga tidak lagi berujung pada perceraian, melainkan pada solusi yang membawa ketenangan,” tambah Yani Itsnawati di sela kegiatannya di Desa Kecepit.
Sementara itu, di Desa Badakarya, Syu’bi Nurdiyanti melaksanakan roadshow di dua titik utama, yakni Masjid Nurul Huda RT 03/04 dan Masjid At-Taqwa RT 01/06. Dalam materinya, Syu’bi secara mendalam mengupas pilar Mu’asyarah Bil Ma’ruf dan Musyawarah.”Banyak perceraian terjadi karena hilangnya komunikasi yang santun. Di Masjid Nurul Huda dan At-Taqwa, kami menekankan pentingnya saling memperlakukan pasangan dengan baik serta mengedepankan musyawarah dan Taradhin (saling ridha) dalam setiap persoalan. Jika pilar ini kokoh, perceraian bisa dihindari,” terang Syu’bi.
Implementasi 5 Pilar Keluarga Sakinah
Secara garis besar, materi roadshow ini berlandaskan pada 5 pilar utama:
- Zawaj: Kesadaran sebagai pasangan yang saling melengkapi.
- Mitsaqan Ghalizhan: Mengingat kembali janji suci pernikahan.
- Mu’asyarah Bil Ma’ruf: Berinteraksi dengan penuh kasih sayang tanpa kekerasan.
- Musyawarah: Menyelesaikan masalah melalui diskusi, bukan emosi.
- Taradhin: Mencapai kesepakatan yang didasari kerelaan kedua belah pihak.
Melalui sinergi penyuluh dan dukungan penuh dari KUA Punggelan, diharapkan roadshow di bulan suci ini mampu membawa perubahan perilaku pada masyarakat, sehingga angka perceraian dapat menurun dan tercipta keluarga yang benar-benar sakinah di Kecamatan Punggelan.
Roadshow ini direncanakan akan terus berlangsung secara berkesinambungan di berbagai titik masjid dan musholla lainnya, guna memastikan pesan penguatan keluarga ini tersampaikan secara merata demi mewujudkan masyarakat Punggelan yang lebih harmonis dan sejahtera.
(yi/azd)
