Langkah Awal Berantas Buta Huruf Hijaiyah Sukses Dilaksanakan Guru BTQ MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara – Zaman yang semakin modern ternyata sangat berpengaruh pada ketidakmampuan siswa dalam berbagai hal. Maraknya modernisasi ini juga berpengaruh pada beberapa siswa kelas 7 MTs Negeri 1 Banjarnegara yang terdeteksi belum bisa membaca Al-Quran. Kebanyakan dari mereka berlatar belakang dari tidak diajari mengaji di lingkungannya.

Mengatasi hal ini, guru BTQ MTs Negeri Banjarnegara bergerak cepat melakukan tes membaca Al-Quran guna mendeteksi siswa yang sama sekali tidak paham huruf-huruf hijaiyah. Sabtu (24/9) 9 guru BTQ bertugas di 9 kelas untuk mengetes siswa. Siswa secara bergantian akan dites oleh guru BTQ di masing-masing kelas.

“Sangat memprihatinkan apabila siswa sekolah di madrasah tapi tidak bisa membaca Al-Quran. Mengatasi hal tersebut kami bersinergi untuk mendeteksi siswa yang sama sekali belum bisa membaca Al-Quran. Nantinya mereka akan dapat bimbingan khusus supaya ketika lulus dari MTs mereka sudah lancar membacanya,” ujar Yuniyati, wakil kepala urusan kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Setelah para guru BTQ ini melaksanakan tes, rata-rata per kelas terdapat 5 siswa yang buta huruf hijaiyah. Tes ini memang bertujuan untuk mencari siswa mana yang sama sekali belum bisa membaca Al-Quran, bukan yang belum lancar. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Solihah, guru BTQ kelas 7.

“Jika siswa yang sudah bisa membaca Al-Quran tapi belum lancar ya masih aman. Tinggal terus dibimbing untuk melancarkan bacaannya. Berbeda dengan yang sama sekali belum bisa membaca, ini yang kami cari untuk dibimbing secara khusus,” turur Solihah.

Program memberantas buta huruf hijaiyah ini memang sudah dicanangkan oleh madrasah. Hari ini langkah awal sudah dilaksanakan, selanjutnya akan ada program lanjutan yang terus berkait dengan langkah awal ini. (rin/ak)

Bagikan :
Translate ยป