Lawan COVID 19, Peserta Didik MAN 2 Banjarnegara Lakukan Vaksinasi Masal Tahap I

Banjarnegara – Sebagai bentuk ikhtiar agar para peserta didik terlindungi dari penularan virus Corona, sebanyak 581 peserta didik MAN 2 Banjarnegara melakukan vaksinansi tahap I di Dinas Kesehatan Banjarnegara (10/9). Proses pelaksanaan vaksinasi tahap I bagi para peserta didik dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilakukan pada tanggal 10 September 2021 dan sesi ke dua dilaksanakan pada tanggal 23 September 2021.Vaksinasi dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB. Ridlo Pramono sebagai kepala MAN 2 Banjarnegara mengutarakan rasa syukurnya karena para peserta didik akhirnya bisa mendapatkan vaksinasi tahap I ini.

“Kami sangat berterimakasih kepada Dinas Kesehatan Banjarnegara yang telah membantu dan memfasilitasi proses vaksinasi peserta didik MAN 2 Banjarnegara. Semoga dengan adanya vaksinasi ini para peserta didik jadi terlindungi dari COVID 19. Tentunya kami berharap kepada para peserta didik yang telah melakukan vaksinasi dalam kesehariannya tetap melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Kami juga selalu berdoa agar pandemi ini cepat selesai, sehingga kita bisa menjalankan proses belajar mengajar sebagai mana mestinya,” ujarnya.

Lili Maelani selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan menjelaskan proses berjalannya vaksinasi. “Sebelum diadakannya vaksinasi kami terlebih dahulu meminta izin dari para orang tua peserta didik agar berkenan putra putrinya untuk mendapatkan vaksinasi tahap I. Setelah itu, kami menghimbau agar para peserta didik menjaga kesehatannya sebelum vaksinasi. Alhamdulillah vaksinasi tahap I berjalan dengan lancar dan sukses,” ungkapnya.

Antusiasme para peserta didik terlihat saat mereka dengan tertib mengantri untuk melakukan screening. Tahapan awal yang perlu dilakukan sebelum melakukan vaksin adalah screening, dimana para peserta didik dicek terlebih dulu suhu tubuh, tekanan darah dan mengisi formulir yang berkaitan dengan apakah mereka mempunyai penyakit bawaan. Tahapan selanjutnya menuju pos pemeriksaan oleh dokter. Pada pos ini yang akan menentukan apakah para peserta didik bisa atau tidak untuk vaksinasi. Jika lolos pada pos ini maka para peserta didik dapat langsung untuk divaksin. Ruangan vaksinasi dibagi menjadi dua yaitu untuk putra dan putri.

Banyak cerita yang mewarnai proses vaksinasi ini, salah satunya ada beberapa siswa yang tekanan darahnya tinggi karena takut akan divaksin. Seperti yang dialami oleh Bagus Amandanu siswa kelas XII. “Saat pengecekan tekanan darah ternyata hasilnya tinggi, saya diminta untuk istirahat selama 10 menit untuk menenangkan diri. Untungnya, ada Bapak Ibu guru yang membantu untu menenangkan saya. Karena ini pengalaman pertama saya akan divaksin saat sudah dewasa jadi saya sedikit takut,” tuturnya dengan senyum yang malu-malu. (md/ak)