Menanam Ayat di Dada: Keysha Aulia Sahid Khatam Hafalan Surah Yasin

Banjarnegara – Ada perjalanan yang tidak diukur dengan langkah kaki, tetapi dengan ayat demi ayat yang menetap di dalam hati. Perjalanan itulah yang ditempuh Keysha Aulia Sahid, siswi kelas 3D MI Al-Fatah Parakancanggah, hingga resmi menyelesaikan hafalan tahfidz Surah Yasin. (17/10)

Surah Yasin dikenal sebagai “jantung Al-Qur’an”. Menghafalnya berarti belajar merawat sesuatu yang paling berharga dengan sabar. Delapan puluh tiga ayat tidak dihafal dalam semalam. Ia tumbuh dari pengulangan kecil setiap hari, seperti benih yang disiram perlahan sampai berakar kuat.

Bagi seorang anak, perjalanan ini bukan semata soal mengingat. Ada pelajaran tentang kesabaran saat ayat terasa sulit, tentang disiplin ketika teman-teman bermain, dan tentang keyakinan bahwa usaha sederhana akan berbuah pada waktunya.

Keysha mengaku proses menghafal tidak selalu mudah. “Kadang capek dan lupa, tapi aku terus ulang-ulang. Alhamdulillah sekarang sudah hafal Yasin. Aku mau lanjut hafalan lagi supaya bisa jadi anak yang salihah,” tuturnya.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Masya Allah, Barokallah untuk ananda Keysha. Hafalan yang indah bukan hanya yang lancar di lisan, tetapi yang hidup dalam akhlak. Semoga Surah Yasin ini menjadi cahaya yang menuntun langkah ananda,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga lebih berat daripada memulai. “Mari terus murajaah dan istiqomah. Terima kasih kepada para guru dan orang tua yang telah mendampingi dengan sabar,” lanjutnya.

Kisah Keysha mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak menunggu seseorang dewasa untuk bisa didekati. Ia menyapa siapa saja yang mau melangkah, sekecil apa pun langkah itu.

Selamat, Keysha! Semoga hafalannya berkah, menjadi cahaya bagi dirinya, orang tua, dan guru-gurunya, serta istiqomah hingga mampu melanjutkan hafalan berikutnya. Aamiin.(nas)