Banjarnegara – Keindahan seni Islam kembali mengantarkan MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) menorehkan prestasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kabupaten Banjarnegara. Kali ini, kabar membanggakan datang dari cabang kaligrafi, melalui torehan prestasi Silvia yang berhasil meraih Juara 1.(30/9)
Dengan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas, Silvia mampu menuangkan keindahan tulisan Arab ke dalam sebuah karya kaligrafi yang memukau. Setiap goresan pena dan perpaduan unsur seni yang dituangkan menjadi bagian dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan serta konsentrasi tinggi.
Bagi seorang peserta lomba kaligrafi, kemampuan menulis indah bukan satu-satunya modal. Diperlukan ketelitian dalam membentuk setiap huruf, menjaga proporsi tulisan, mengatur komposisi, serta menghadirkan unsur estetika sehingga karya tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai seni yang kuat.
Silvia mampu melewati proses tersebut dengan baik. Karya yang dihasilkannya berhasil mendapatkan apresiasi dari dewan juri hingga mengantarkannya meraih Juara 1 Kaligrafi Porseni Kabupaten Banjarnegara.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa potensi seni peserta didik MIFABARA terus berkembang. Kaligrafi menjadi salah satu ruang bagi murid untuk memadukan kecintaan terhadap seni dengan nilai-nilai keislaman.
Di balik keberhasilan Silvia, terdapat proses latihan yang membutuhkan ketekunan. Berkali-kali berlatih membuat goresan, memperbaiki bentuk huruf, menata komposisi, hingga menyempurnakan detail menjadi bagian dari perjalanan yang akhirnya berbuah prestasi.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah menyampaikan apresiasi atas capaian Silvia. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa setiap murid memiliki potensi yang dapat berkembang ketika diberikan ruang, kesempatan, dan pendampingan yang tepat.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Silvia. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan bakatnya. Kaligrafi bukan hanya tentang keindahan tulisan, tetapi juga menjadi sarana untuk mencintai seni dan nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkapnya.
Bagi MIFABARA, setiap prestasi yang lahir dari ajang Porseni merupakan buah dari kerja keras peserta didik, guru pembimbing, serta dukungan seluruh keluarga besar madrasah. Piala boleh menjadi bukti kemenangan, tetapi proses belajar, ketekunan, dan keberanian untuk terus berkarya adalah kemenangan yang jauh lebih bermakna.
Selamat Silvia, Teruslah menorehkan keindahan melalui setiap goresan. Dari tanganmu, huruf-huruf Arab bukan sekadar tulisan, tetapi menjelma menjadi karya seni yang membawa nama harum MIFABARA.(nas)
