Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Anugrah Windu Setianingsih, melaksanakan kegiatan pendampingan rohani kepada warga binaan perempuan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banjarnegara P2U, pada Senin (9/2/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kehangatan, meskipun dilaksanakan dalam keterbatasan ruang dan kondisi rutan.
Pendampingan rohani tersebut diikuti oleh empat warga binaan perempuan, yang mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan dan antusiasme. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan, agar tetap memiliki kekuatan iman, harapan hidup, serta semangat memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Dalam kesempatan tersebut, Anugrah Windu Setianingsih menyampaikan materi bertema “Menumbuhkan Semangat Menghafal Ayat-Ayat Pilihan Al-Qur’an”, dengan fokus pada Q.S. Al-Hasyr ayat 23–24. Ayat-ayat tersebut memuat Asmaul Husna serta penegasan tentang keagungan dan keesaan Allah Swt, yang menjadi dasar penguatan tauhid bagi setiap Muslim.
Anugrah Windu menjelaskan bahwa menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya ayat yang mengandung Asmaul Husna, dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati, memperkuat keyakinan kepada Allah Swt, serta menumbuhkan rasa optimisme dalam menghadapi ujian kehidupan.
“Ketika hati terasa sempit dan pikiran diliputi kegelisahan, mengingat Allah melalui ayat-ayat-Nya akan menghadirkan ketenangan. Asmaul Husna mengajarkan kita untuk mengenal Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya, sehingga tumbuh keyakinan bahwa Allah Maha Pengasih, Maha Pengampun, dan Maha Mengetahui keadaan hamba-Nya,” ungkap Anugrah Windu dalam penyampaiannya.
Dalam pendampingan tersebut, Anugrah Windu juga membimbing warga binaan untuk membaca, memahami, dan menghafal secara bertahap Q.S. Al-Hasyr ayat 23–24. Ia memberikan motivasi agar para peserta tidak merasa terbebani, melainkan menjadikan hafalan sebagai proses mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Selain hafalan, kegiatan pendampingan rohani ini juga diisi dengan penguatan nilai tauhid, refleksi diri, serta ajakan untuk senantiasa berharap kepada rahmat Allah Swt. Anugrah Windu mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, dan masa pembinaan di rutan dapat menjadi momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik.
Para warga binaan perempuan yang mengikuti kegiatan tersebut menyambut baik pendampingan rohani ini. Mereka mengaku merasa lebih tenang, termotivasi, dan mendapatkan semangat baru setelah mengikuti pembinaan spiritual yang disampaikan dengan pendekatan persuasif dan penuh empati.
Diharapkan, melalui pendampingan rohani yang berkelanjutan, warga binaan perempuan di Rutan Banjarnegara P2U dapat memiliki keteguhan iman, ketenangan batin, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah masa pembinaan berakhir.
(rp/azd)
