MTs Maarif Nu 01 Susukan Lakukan Home Visit Pantau Proses Pembelajaran Daring Siswa

Banjarnegara – Sabtu (20/2) Wali Kelas beserta Guru Bimbingan Konseling (BK) MTs Ma’arif NU 01 Susukan melakukan kegiatan Home Visit untuk membantu permasalahan siswa dalam kegiatan belajar di rumah selama musim pandemi. Adapun rumah siswa yang dituju adalah Putra Prabowo yang berada di RT 1 RW 2 Desa Kedawung,  Kecamatan Susukan.

Eti Khusnul Khotimah, guru BK MTs Ma’arif Nu 01 Susukan menyatakan bahwa MTs Ma’arif Nu 01 Susukan menggunakan metode pembelajaran home visit sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Salah satu layanan kegiatan Home Visit ini adalah bimbingan konseling yang dilakukan guru BK dan wali kelas dengan mengunjungi tempat tinggal siswa untuk memberikan pembelajaran, memotivasi, menyelesaikan permasalahan, dan kendala-kendala yang dihadapi anak didik. Langkah ini kami ambil sebagai bentuk tindaklanjut pelaksanaan masa belajar di rumah bagi siswa, serta memahamkan masyarakat akan pentingnya physical distancing,” terangnya.

Lebih lanjut Eti menjelaskan bahwa tujuan dari Home Visit selain untuk memotivasi siswa agar giat belajar juga untuk memperoleh keterangan dan mengetahui permasalahan penyebab siswa tidak mengisi presensi daftar hadir secara online dan mengirimkan tugas yang diberikan guru selama satu minggu tanpa kabar.

Eti berharap setelah melakukan Home Visit ini, siswa dapat termotivasi untuk rajin mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring dan mengikuti semua aturan madrasah. Dan para orang tua agar membimbing dan menuntun anaknya dengan baik serta memberi keyakinan percaya diri yang cukup de­ngan memberikan fasilitas sesuai dengan kemampuan.

Putra Prabowo salah satu siswa kelas VII C saat dikunjungi walikelas merasa senang dan berjanji akan melaksanakan tugas yang diberikan madrasah dengan baik meskipun harus melalui media daring.

Sementara Kepala MTs Ma’arif Nu 01 Susukan, Muhamad Nur Imam Fathoni mengapresiasi kegiatan home visit tersebut dan berharap masalah yang ditemukan agar didiskusikan bersama sehingga diperoleh solusi yang tepat dan dapat dilaksanakan dengan lancar. “Dengan adanya keterbukaan dan berdiskusi antara siswa, guru BK dan orang tua, semoga kedepannya seluruh siswa dapat mengikuti proses kegiatan belajar dengan baik,” jelasnya. (ak)