Penasehat DWP Kemenag RI, Eny Retno Yaqut Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama

Banjarnegara – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara beserta dua pengurusnya mengikuti kegiatan dalam rangka peringatan hari Kartini bertema “Semangat Kartini, Perempuan Berdaya untuk Kemenag Jateng Majeng” dengan pembicara Ibu Hj. Eny Retno Yaqul istri Meteri Agama Republik Indonesia selaku Penasehat DWP Kementerian Agama RI di Hotel Pollos Kabongan Lor Kabupaten Rembang. (12/4)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dengan menghadirkan Pengurus DWP Kanwil Propinsi Jawa Tengah, Ketua dan dua pengurus harian Kabupaten/Kota se Jawa Tengah yang berjumlah 135 orang.

Dalam kesempatan tersebut dengan semangat Kartini, Eny Retno Yaqut menyampaikan peran penting perempuan agar dapat berdaya.

“Sebagai istri ASN Kementerian Agama untuk menjadi berdaya harus menjadi teladan yang baik di masyarakat sekitarnya dan dapat menempatkan dirinya sebagai pendorong suami agar memiliki integritas yang tinggi dan tidak berperilaku korupsi. Salah satu pemicu seorang pejabat dan ASN korupsi karena tuntutan materi dari istri,” ungkapnya.

“Untuk itu istri ASN harus dapat mewujudkan Panca Dharma Wanita, yaitu sebagai pendamping suami, sebagai ibu rumah tangga, sebagai penerus keturunan dan pendidik, sebagai pencari nafkah tambahan dan sebagai warga masyarakat,” imbuhnya.

Eny Retno Yaqut juga menyampaikan program prioritas Kementerian Agama di antaranya tentang Moderasi beragama. “Penguatan program moderasi beragama merupakan program yang sudah menjadi komitmen Presiden Joko Widodo yang sudah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Kemenag menjadi leading sektornya,” ujarnya. Di hadapan peserta pembinaan Eny Retno meminta anggota DWP Kemenag untuk menjadi agen moderasi beragama.

“Ibu-ibu, bukan agama yang dimoderasi melainkan bagaimana kita mengubah cara pandang, pikir, sikap, laku praktek beragama yang berlebihan di masyarakat. Sebagai istri ASN harus mampu menjadi contoh bagaimana menjadi muslim yang baik tapi juga bisa menerima teman kita lainnya. Mereka yang bukan saudara dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan,” terangnya.

Pada kesempatan diskusi, beberapa peserta menyampaikan juga tanggapan tentang moderasi beragama seperti disampaikan Khuriyah Ketua DWP Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. “Moderasi beragama tidak hanya berlaku antar agama tapi juga intern agama. Banyaknya madzhab dan aliran dalam Islam harus dihargai dan dihormati agar tidak merasa paling benar,” ucapnya

Masih banyak pertanyaan yang dikemukakan peserta Pembinaan dalam diskusi kemarin, yang mengarah pada upaya mensinergikan program kerja DWP Kabupaten/Kota dengan program kerja DWP pusat, dan upaya menjadi perempuan berdaya. Semoga semangat Kartini dapat menjadikan perempuan-perempuan di lingkungan Kementerian Agama semakin berdaya sesuai dengan kapasitas masing-masing. (Yus/Kh/Ak)