Pencegahan Covid-19 Melalui Monitoring Pembelajaran Daring

Banjarnegara – Sejak akhir Desember 2019 Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai aktivitas kehidupan manusia tanpa kecuali mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, budaya, dan sektor lainnya. Sektor pendidikan juga mengalami kendala yang cukup signifikan khususnya dalam hal pembelajaran dan monitoring.

Penularan Covid-19 melalui kontak fisik langsung antar manusia. Demi memutus penularan Covid-19 maka H. Musta’in Ahmad selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Provinsi Jawa Tengah memberikan instruksi kepada semua karyawan di lingkungannya dengan 5 M yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Pelaksanaaan pembelajaran pada masa pandemi mengacu pada instruksi 5 M dengan cara BDR (belajar dari rumah). Pelaksanaan BDR memanfaatkan internet atau populer dengan istilah daring (dalam jaringan) sehingga interaksi guru, murid, dan orang tua/wali murid tetap dapat dilaksanakan. Berbagai media sosial digunakan dalam pembelajaran daring seperti Google Form, Spreadsheet, YouTube, namun media yang paling banyak digunakan adalah aplikasi WhatsApp.

Anwar Masruro, seorang Pengawas Madrasah Ibtidaiyah (MI) wilayah Kalibening dan Pagedongan mengatakan telah melakukan pengawasan madrasah secara daring pada bulan Januari 2021.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap 5 M maka Pengawas Madrasah dalam melaksanakan tugas monitoring harus memanfaatkan internet dan saya sangat terbantu dengan Google Spreadsheet dengan aplikasi ini permintaan data pembelajaran pada 24 MI binaan segera terpenuhi meskipun lokasinya berjauhan,” tambahnya.

Beliau mengatakan selama melakukan pengawasan daring ada beberapa kendala yang dihadapi oleh siswa, guru maupun orang tua, diantaranya adalah mayoritas wali murid mengeluhkan kurang mampu membimbing belajar anak, signal buruk, tidak memiliki paket internet, tidak memiliki HP, dan penggunaan HP bergantian.

“Saya ini mempunyai 24 MI binaan, 7 di Kecamatan Kalibening dan 17 di Kecamatan Pagedongan, dan saya mengarahkan para guru di 24 MI tersebut guru memaksimalkan pembelajaran daring dan pembelajaran luar jaringan dengan mendatangi murid per kelompok. Hal ini insyaAllah bisa menyelesaikan kendala-kendala yang dirasakan saat pembelajaran daring,” tambahnya. (ak)