Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam, Hendriyanto, mengisi materi pengajian rutin di Majelis Taklim Baiturrahman pada hari ini dengan mengangkat tema “Pentingnya Sifat Khusnudzon dalam Kehidupan Sehari-hari”. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Baiturrahman pada Jumat (30/1/2026).
Dalam penyampaiannya, Hendriyanto menekankan bahwa sifat khusnudzon (berprasangka baik) merupakan salah satu akhlak mulia yang harus senantiasa ditanamkan dalam kehidupan, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam beragama. Menurutnya, banyak permasalahan sosial dan rumah tangga berawal dari prasangka buruk yang tidak dikelola dengan baik.
“Khusnudzon bukan berarti menutup mata dari kesalahan, tetapi melatih hati agar tidak mudah berburuk sangka. Dengan khusnudzon, hati menjadi lebih tenang, hubungan sosial lebih harmonis, dan keimanan semakin kuat,” ujar Hendriyanto dalam ceramahnya.
Ia juga mengajak para ibu-ibu majelis taklim untuk membiasakan berpikir positif, memperbanyak tabayyun, serta menyerahkan segala urusan kepada Allah swt agar terhindar dari fitnah dan kegelisahan hati.
Usai kegiatan, Hendriyanto menyampaikan apresiasinya atas antusiasme jamaah yang mengikuti pengajian dengan penuh semangat.
“Alhamdulillah, ibu-ibu Majelis Taklim Baiturrahman sangat aktif dan responsif. Semoga materi tentang khusnudzon ini bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutur Hendriyanto.
Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Baiturrahman, Bintoro, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan materi yang disampaikan oleh penyuluh agama Islam.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Hendriyanto. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi jamaah saat ini, mudah dipahami, dan menyentuh kehidupan sehari-hari ibu-ibu,” ungkap Bintoro.
Ia berharap kegiatan pengajian seperti ini dapat terus berlanjut sebagai sarana peningkatan pemahaman keagamaan serta pembinaan akhlak jamaah Majelis Taklim Baiturrahman.
