Portal Resmi Kementerian Agama Republik Indonesia

Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja Ajak Jemaah Perkuat Ketahanan Keluarga

Dipublikasikan pada: 28 September 2026 | Oleh: adminweb

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan penyuluhan keagamaan kepada jemaah Majelis Taklim Tarbiyatun Nisa, Blimbing RT 06/RW 01, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti jemaah yang berada di bawah kepengurusan Eni Nur Hidayati sebagai ketua majelis taklim.

Dalam kegiatan tersebut, Dian menyampaikan materi “Membangun Keluarga Harmonis melalui Keteladanan dan Komunikasi”. Materi ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman jemaah mengenai pentingnya membangun keluarga yang harmonis melalui komunikasi yang baik, keteladanan, tanggung jawab, serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dian menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter setiap anggotanya. Suasana keluarga yang dibangun dengan komunikasi terbuka dan sikap saling menghargai dapat membantu menghadapi berbagai persoalan secara lebih bijaksana.

“Keharmonisan keluarga tidak hanya dibangun dengan memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga melalui komunikasi yang baik, perhatian, keteladanan, dan kesediaan untuk saling memahami. Setiap anggota keluarga memiliki peran dalam menciptakan suasana rumah yang nyaman,” jelasnya.

Menurut Dian, komunikasi dalam keluarga perlu dilakukan dengan memperhatikan cara penyampaian dan kondisi orang yang diajak berbicara. Perbedaan pendapat sebaiknya tidak langsung disikapi dengan emosi, tetapi menjadi kesempatan untuk saling mendengarkan dan mencari penyelesaian bersama.

Ia juga mengajak jemaah untuk membiasakan nilai-nilai positif di lingkungan keluarga, seperti berkata jujur, menjaga amanah, menghormati anggota keluarga, membiasakan musyawarah, serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Orang tua tidak hanya memberikan nasihat, tetapi juga perlu memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Ketika anak melihat kebiasaan baik secara langsung, nilai-nilai tersebut akan lebih mudah dipahami dan diterapkan,” imbuhnya.

Penyuluhan berlangsung secara interaktif dengan memberikan ruang kepada jemaah untuk menyampaikan pertanyaan dan pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan keluarga. Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus memberikan bekal praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, jemaah diharapkan semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang memiliki komunikasi sehat, keteladanan, tanggung jawab, dan kepedulian. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehingga tercipta lingkungan rumah tangga yang harmonis serta mendukung terbentuknya masyarakat yang rukun dan saling menghargai. 

(m/azd)