PENYULUH AGAMA TEKANKAN PENGUATAN KETAHANAN RUMAH TANGGA BAGI PASANGAN PRA LANSIA DI KUA RAKIT

Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam terus berperan aktif dalam memberikan pendampingan dan penguatan ketahanan keluarga, khususnya bagi masyarakat dengan latar belakang kerentanan ekonomi. Pada Jumat (23/1/2026), Penyuluh Agama Islam Endah Widyawati, memberikan penasehatan perkawinan kepada pasangan pra lansia di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. 

Kegiatan ini menyasar pasangan pra lansia yang memiliki pengalaman gagal membina rumah tangga sebelumnya, terutama akibat tekanan ekonomi. Melalui layanan penasehatan perkawinan, peserta dibekali pemahaman agar lebih siap secara mental, spiritual, dan emosional dalam membangun kembali kehidupan rumah tangga yang lebih harmonis dan berkelanjutan.

Dalam penyampaiannya, Endah Widyawati menekankan bahwa persoalan ekonomi sering kali menjadi pemicu konflik, namun bukan satu-satunya penyebab keretakan rumah tangga. Ia mengajak pasangan untuk memperkuat komunikasi, membangun keterbukaan, serta menumbuhkan sikap saling pengertian dan kesabaran dalam menghadapi dinamika kehidupan keluarga.

“Konflik dalam rumah tangga adalah hal yang wajar, tetapi harus disikapi dengan cara yang bijak. Islam mengajarkan musyawarah, saling menasihati, dan saling menguatkan, terutama ketika menghadapi keterbatasan ekonomi,” ungkap Endah.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan sederhana, pembagian peran yang disepakati bersama, serta komitmen untuk tidak mengulang pola konflik yang pernah terjadi di masa lalu.

Kepala KUA Kecamatan Rakit, Tabah Agung Sokayani, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Penyuluh Agama Islam dalam mendampingi masyarakat. Menurutnya, penasehatan perkawinan bagi pasangan pra lansia sangat penting sebagai upaya pencegahan konflik dan perceraian di kemudian hari.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap calon pasangan memiliki kesiapan yang lebih matang, tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara mental dan spiritual. KUA Rakit berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan bimbingan perkawinan yang humanis dan solutif,” ujar Tabah.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama terus meneguhkan komitmennya dalam membangun ketahanan keluarga, guna mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah di tengah masyarakat.

(ew, azd)