Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja, Hendriyanto, tergabung dalam Tim KRESNA Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana dan bakti sosial distribusi air bersih, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Kementerian Agama terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Rangkaian kegiatan melibatkan unsur relawan dan masyarakat Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan diawali dengan kesiapsiagaan bencana, kemudian dilanjutkan dengan Salat Istiska sebagai ikhtiar spiritual memohon pertolongan Allah agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan dapat teratasi.
Keterlibatan Hendriyanto dalam Tim KRESNA menunjukkan bahwa penyuluh agama dapat berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan, kepedulian, dan gotong royong. Peran tersebut melengkapi pelaksanaan tugas penyuluh dalam memberikan pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wahid Jumali, dalam keterangannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kebersamaan seluruh unsur masyarakat dalam menghadapi kondisi kebencanaan.
“Kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan kebersamaan. Pemerintah, relawan, lembaga keagamaan, dan masyarakat perlu saling menguatkan, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan akibat kekeringan,” jelasnya.
Hendriyanto menyampaikan bahwa keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan nilai kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kondisi kekeringan membutuhkan ikhtiar bersama, baik melalui doa maupun tindakan nyata.
“Salat Istiska menjadi ikhtiar spiritual kita untuk memohon pertolongan Allah. Pada saat yang sama, membantu masyarakat memperoleh air bersih merupakan ikhtiar sosial yang dapat kita lakukan bersama,” ucapnya.
Setelah mengikuti kegiatan kesiapsiagaan dan Salat Istiska, Tim KRESNA Kemenag Banjarnegara melanjutkan kegiatan bakti sosial berupa distribusi air bersih ke Desa Kebutuhjurang. Bantuan tersebut dipimpin Plt. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Karyono, bersama jajaran dan Tim KRESNA.
Distribusi air bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air akibat kekeringan. Air merupakan kebutuhan dasar sehingga bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, relawan, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial. Kesiapsiagaan bencana tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan koordinasi, tetapi juga kepedulian serta kesediaan untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Hendriyanto menegaskan bahwa doa dan aksi sosial dapat berjalan beriringan dalam menghadapi kondisi kekeringan. Nilai tersebut juga menjadi pesan edukatif bahwa kepedulian kepada sesama merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita memohon hujan kepada Allah, tetapi sembari menunggu hujan turun, kita juga bergerak membantu saudara yang membutuhkan air. Doa dan aksi harus berjalan bersama,” pungkasnya.
Melalui keterlibatan Tim KRESNA, Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong serta mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap sesama dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.
(m/azd)
