Banjarnegara (Humas) – Siapa bilang Ramadan cuma buat lemes-lemesan? Di SMAN 1 Banjarnegara, suasana Rabu-Kamis (11-12/3/2026) kemarin justru seru banget. Ratusan siswa tumpah ruah ikut Pesantren Ramadan Progresif. Bukan pesantren biasa, acara ini didesain biar siswa makin glow up secara spiritual dan karakter.
Sekolah nggak main-main nih dalam membekali siswanya. Mereka gandeng Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Ada sekitar 30 penyuluh agama yang langsung turun ke kelas-kelas buat sharing ilmu secara intensif.
Kepala Sekolah SMAN 1 Banjarnegara, Pak Antono Aribowo, bilang kalau beliau pengen Ramadan ini jadi momen transformasi. “Kita pengen siswa nggak cuma jago akademik, tapi punya ‘rem’ berupa etika dan spiritual yang kuat di zaman yang makin modern ini,” jelasnya.
Salah satu pemateri, M. Syaiful Abidin dari KUA Pagentan, keliling ke kelas-kelas (dari kelas X sampai XII) buat diskusi seru. Materi yang dibahas juga relatable banget sama kehidupan remaja:
- Hari ke-1: Bahas tuntas soal Fiqih Ramadan (biar puasanya nggak cuma laper doang) plus suntikan motivasi soal Pentingnya Menuntut Ilmu.
- Hari ke-2: Masuk ke topik yang lebih personal, yaitu Pergaulan Remaja dan Adab ke Orang Tua/Guru.
Yang bikin asik, sesi ini nggak satu arah. Siswa-siswi aktif banget tanya jawab. Menurut Pak Syaiful, tantangan remaja zaman sekarang itu kompleks, jadi pemahaman agama dan adab harus jalan bareng.
“Saya lihat potensi besar di siswa Smansabara. Mereka bisa jadi pribadi yang progresif tapi tetap punya prinsip Islami yang kuat,” tambah Pak Syaiful.
Semoga setelah acara ini, anak-anak Smansabara makin cerdas otaknya, makin adem akhlaknya. Keep slay and stay religious!
(msa/azd)
