Sambut Malam Penuh Ampunan: Alfiana Ajak Jamaah Majelis Taklim An-Nisa Persiapkan Diri Menuju Nisfu Sya’ban

Banjarnegara (Humas) – Semangat spiritual terpancar dari wajah para ibu jamaah Majelis Taklim An-Nisa RT 03 RW 01 Desa Gumingsir pada Jumat siang (23/1/2026). Di tengah suasana desa yang sejuk, Penyuluh Agama Pagentan, Alfiana hadir memberikan siraman rohani dalam agenda penyuluhan rutin yang berlangsung pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

Acara yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema strategis: “Meraih Keberkahan di Bulan Sya’ban: Mengetuk Pintu Langit Menjelang Malam Nisfu Sya’ban.” Kehadiran tokoh masyarakat setempat, Ibu Salminah, beserta puluhan anggota Majelis Taklim An-Nisa menambah kehangatan silaturahmi dalam majelis ilmu tersebut.

Dalam pemaparannya, Alfiana menekankan bahwa bulan Sya’ban seringkali menjadi bulan yang terlupakan karena letaknya yang terjepit di antara dua bulan agung, yakni Rajab dan Ramadan. Namun, menurutnya, di sinilah letak ujian sesungguhnya bagi seorang mukmin untuk tetap istiqomah dalam beribadah.

“Bulan Sya’ban adalah waktu di mana amal ibadah manusia diangkat ke hadapan Allah Swt. Oleh karena itu, sangat mulia jika saat catatan amal kita dilaporkan, kita sedang berada dalam kondisi berpuasa, berzikir, atau menuntut ilmu seperti yang kita lakukan hari ini,” ujar Alfiana di hadapan jamaah.

Ia juga menjelaskan pentingnya mempersiapkan fisik dan mental sejak dini agar tidak kaget saat memasuki bulan suci Ramadan. Alfiana mengibaratkan Sya’ban sebagai masa tanam, di mana bibit-bibit kebaikan harus mulai disiram agar bisa dipanen saat Ramadan tiba.

Memasuki inti materi tentang Nisfu Sya’ban, Alfiana mengajak jamaah untuk membersihkan hati dari segala bentuk penyakit hati, terutama rasa benci dan permusuhan. Ia mengingatkan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah malam pengampunan massal, namun ada golongan tertentu yang sulit mendapatkan rahmat tersebut jika hatinya masih dipenuhi kebencian.

Salminah, salah satu tokoh senior di Majelis Taklim An-Nisa, turut mengapresiasi materi yang disampaikan. Beliau merasa diingatkan kembali untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga di lingkungan RT 03 RW 01.

“Penyuluhan ini menjadi pengingat bagi kami semua di Desa Gumingsir agar tidak sekadar menunggu Ramadan, tapi mengisi hari-hari di bulan Sya’ban ini dengan saling memaafkan dan meningkatkan kualitas salat kami,” tutur Ibu Salminah dengan penuh syukur.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama. Alfiana berharap, melalui kegiatan ini, para ibu di Desa Gumingsir dapat menjadi penggerak kebaikan di keluarga masing-masing. Di akhir sesi, suasana terasa haru saat jamaah bersama-sama melantunkan selawat, memohon agar dipertemukan dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat dan iman yang kuat.

Penyuluhan ini berakhir tepat pukul 16.00 WIB dengan komitmen bersama dari pengurus Majelis Taklim An-Nisa untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan yang edukatif bagi warga Desa Gumingsir.

(an/azd)