Sederhana Namun Penuh Makna, MIFABARA Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Keteladanan dan Kebersamaan

Banjarnegara – Kesederhanaan tidak pernah mengurangi makna sebuah peringatan. Justru dalam kesederhanaan, pesan keteladanan dapat terasa lebih dekat dan menyentuh hati. Demikian suasana yang tergambar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIFABARA  yang berlangsung sederhana, khidmat, namun tetap berkesan bagi seluruh keluarga besar madrasah.(27/8)

Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana semakin hangat ketika kegiatan dilanjutkan dengan sholawatan yang diikuti oleh seluruh murid dan guru. Memasuki acara inti, seluruh peserta mendapatkan tausiah dari Ustadz Lukman. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para murid untuk mengenal lebih dekat keteladanan Rasulullah SAW, terutama dalam hal kemandirian, ketulusan, dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Ustadz Lukman menyampaikan bahwa Rasulullah SAW merupakan pribadi yang tidak hanya mengajarkan kebaikan melalui perkataan, tetapi juga memberikan contoh nyata melalui kehidupan beliau. Kemandirian, kerja keras, kejujuran, kesabaran, serta ketulusan dalam menjalankan amanah menjadi nilai-nilai yang patut ditanamkan kepada generasi penerus.

“Semoga anak-anak dapat mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW. Apa yang baik dari kehidupan Rasulullah dan juga dari para ustadz serta ustadzah di madrasah dapat menjadi inspirasi untuk terus memperbaiki diri. Tidak harus langsung melakukan sesuatu yang besar, tetapi mulailah dari kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah,” pesan Ustadz Lukman.

Peringatan Maulid Nabi di MIFABARA juga menjadi ruang pembelajaran yang selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya tidak berhenti pada ungkapan, tetapi diwujudkan melalui sikap, akhlak, kemandirian, kepedulian, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menambah keseruan, kegiatan dilanjutkan dengan kuis yang melibatkan para murid. Di penghujung acara, seluruh guru dan murid menikmati makan bersama dengan penuh rasa syukur. Kebersamaan sederhana tersebut menjadi penutup yang hangat. Bukan sekadar menikmati hidangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempraktikkan adab makan yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti berdoa, menggunakan tangan kanan, mengambil makanan secukupnya, tidak berlebihan, serta mensyukuri setiap rezeki yang diberikan Allah SWT.

Semoga dari MIFABARA lahir generasi yang bukan hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki hati yang penuh cinta, akhlak yang mulia, mandiri dalam menjalani kehidupan, dan tulus dalam berbuat kebaikan.(nas)