Seleksi Fasilitator PKB, MAN 2 Banjarnegara Loloskan Delapan Guru

Banjarnegara – Seleksi Fasilitator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang digelar oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam pada tanggal 8 Maret sampai 10 April melalui daring dan tatap muka, akhirnya diumumkan hasilnya, (21/4). MAN 2 Banjarnegara mampu meloloskan dua orang sebagai Fasilitator Provinsi (FasProv) dan enam orang sebagai Fasilitator Daerah (FasDa). Dari laman https://madrasahreform.kemenag.go.id/fasilitatorpkb diketahui jika pendaftar untuk FasProv 1371 orang dan FasDa sejumlah 6877 orang dari seluruh Indonesia.

Dua guru yang lolos FasProv yaitu Lili Maenani untuk mata pelajaran Fisika dan Sidik Wibowo Ahmad untuk mata pelajaran Bimbingan Konseling. Sedangkan enam guru yang lolos FasDa di antaranya adalah Kusmiyati (Biologi), Tatik Nurwiyati. (Kimia), Hj. Nurul Badriyati, (Matematika), Noviati Khotijah. (B. Inggris), Hj. Ratna Jeki Parwati (Ekonomi), dan Ida Haerani Rakhmawati, (Fisika).

Ridlo Pramono, selaku Kepala Madrasah mengapresiasi dan mengucapkan rasa terima kasih kepada para guru yang sudah berjuang dan lolos di ajang ini. “Tentu saja kami senang dan bangga, dari sekian ribu pendaftar mampu meloloskan guru-guru terbaik di bidangnya. Apalagi untuk FasProv sendiri, kami mengirim dua delegasi dan lolos semua. Terima kasih Bapak Ibu guru, selamat mengemban amanah dan bertugas,” jelasnya.

Salah satu guru yang lolos FasProv mapel Fisika, Lili Maenani menyampaikan pihaknya masih menunggu kelanjutan pengumuman tersebut dari Instruktur Nasional. “Kami masih menunggu informasi dari Instruktur Nasional tentang kelanjutan kegiatan ini bagaimana ya, karena program ini sendiri berjenjang. Instruktur Nasional yang berkerja dulu menyusun semua instrumen, nanti baru FasProv, lalu FasDa dan terakhir MGMP masing-masing,” ungkapnya.

Sementara Ratna Jeki Parwati, FasDa dari mapel Ekonomi menganggap tugas baru tersebut sebagai medan zikir untuk menempa diri dengan menambah ilmu pengetahuan. Beliau berharap dapat bekerja secara maksimal sehingga mampu meningkatan mutu guru di MGMP sesuai dengan panduan dari FasProv. “Ini merupakan hal baru bagi Saya pribadi dan butuh penyesuaian diri. Saya akan berusaha membagi waktu dengan baik sebagai fasilitator, guru, ibu rumah tangga, dan tentunya tetap aktif di masyarakat,” pungkasnya. (ta/ak)