Tahap Penting Pengelolaan Tanah Wakaf Adalah Pendataan

Dalam monitoring BWI di Banjarnegara sekaligus memperoleh masukkan terkait hal-hal terkait Wakaf di Banjarnegara, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah bersama Tim hadir di Banjarnegara Selasa (10/11) mengambil tempat Aula Masjid Al Ikhlas Kankemenag Banjarnegara menghadirkan pengurus sejumlah 12 orang.

“Tercatat 3.739 tanah wakaf di Banjarnegara , dan masih sekitar 391 tanah wakaf belum memiliki sertifikat, dan ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu di selesaikan. Data ini terus bertambah,” ungkap H. Muhammad Iqbal selaku Ketua BWI Perwakilan Banjarnegara.

Kepala Kanwil-Musta’in Ahmad mengakui bahwa bahwa kesadaran agama yang tumbuh pesat sekarang ini seperti jamur yang tumbuh subur di musim penghujan, tidak hanya zakat namun juga wakaf. Pemerintah telah mengeluarkan regulasi hubungannya dengan Zakat dan Wakaf sebagai payung hukum pada tahun 1999.

Di masyarakat, kesadaran mengeluarkan zakat dan wakaf sudah mulai tumbuh dan meningkat, dan pemanfaatan zakat-wakaf mulai dirasakan masyarakat , juga dalam pembangunan ekonomi masyarakat. “Untuk itu kesadaran mengeluarkan zakat dan pemanfaatan wakaf perlu didorong serta menjadi kesempatan untuk membantu sesama muslim secara luas, “ ungkapnya.

Dalam proses menjaga wakaf, pemerintah ambil bagian dalam menjaga tanah wakaf dan ada sanksi bagi yang menyalahgunakan.  Terdapat Undang-undang regulasi yang sangat ketat dengan prinsip ‘dipersulit’, agar tanah/harta wakaf aman dan tidak boleh bermasalah di kemudan hari.

Wakaf memiliki kekuatan besar dibandingkan zakat. “Namun pemanfaatan wakaf masih belum sebagaimana mestinya. Seperti masalah kepemilikan dan pengambilan keuntungan pribadi oleh nadhir, dan ini tidak sesuai dengan peraturan,” tuturnya.

Beberapa tugas BWI yang penting hubungannya dengan Wakaf diantaranya; Menyelasaikan permasalahan Nadhir yang nakal, menyelesaikan sengketa wakaf, memfasilitasi tukar harta wakaf.

Langkah awal dalam penertiban data wakaf adalah pendataan. Hal ini menjadi penting karena dengan data tersebut memudahkan tindak lanjut terkait pengelolaan dan pengawasan zakat di kemudian hari.  “Motto yang dipakai yakni ‘Mencari data adalah mahal dan sulit, Namun lebih sulit lagi jika membangun tanpa Data,” tegas Kakanwil.

Kakanwil juga mengingatkan bahwa data dan dokumen Wakaf di KUA Kecamatan amat penting dan disinilah fungsi Kepala KUA sebagai PPAIW (Petugas Pencatat Akta dan Ikrar Wakaf). (Nangim)