Tim Kampung Siaga Candi Kunjungi Green House Bumi Andalusia

Banjarnegara- Tim dari Polres Banjarnegara melakukan kunjungan ke Green House Bumi Andalusia, Selasa (9/3). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari lomba Kampung Siaga Candi 2021 yang diinisiasi oleh Polres Banjarnegara.

Kunjungan tersebut juga melibatkan beberapa Lembaga seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) untuk menjadi tim penilai dari rangkaian lomba tersebut. Lomba Kampung Siaga Candi sendiri sebenarnya merupakan wujud apesiasi kepada Pemerintah Desa dan masyarakat atas upaya dalam memutus mata rantai Covid-19.

Susana, Kanit Binmas Polres Banjarnegara mengungkapkan bahwa kunjungan ke Green House Bumi Andalusia tersebut memang rangkaian dari lomba Kampung Siaga Candi 2021, serta untuk melihat sejauh mana ketahanan pangan yang ada di lingkungan kelurahan Sokanandi.

“Jadi memang selain untuk apresiasi atas kepatuhan masyarakat atas protocol kesehatan, juga untuk melihat sejauh mana ketahanan pangan yang ada,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa untuk Green House Bumi Andalusia dipilih untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut karena di lingkungan Kelurahan Sokanandi hanya Green House Bumi Andalusia saja yang memiliki fasilitas Bioflok dalam budidaya ikan.

“Tidak hanya di sini (Green House Bumi Andalusia) kami juga mengunjungi beberapa lokasi seperti peternakan yang ada di gumingsir, padi di dukuh kukurambut, lalu di Perumahan Limbangan juga,” imbuhnya.

Sementara Itu, Soenaryo Ketua Yayasan Andalusia Banjarnegara yang juga menyambut kedatangan Tim Polres Banjarnegara mengungkapkan bahwa, Green House Bumi Andalusia sendiri sudah berdiri cukup lama dan memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan karyawan dan santri Pondok Pesantren Andalusia.

“Green House ini merupakan media pendidikan bagi santri juga kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka mengenalkan kegiatan entrepreneur,” ungkap sosok yang kerap dipanggil Abah ini.

Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa Bioflok tersebut sudah lama dikembangkan di Green House Andalusia, kurang lebih sejak tahun 2012. Menurutnya, hasil panen ikan yang dibudidayakan memang ditujuan untuk konsumsi siswa sehingga tidak dipasarkan keluar, melainkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi para santri.

“Jadi kalau ditanya dipasarkan dimana ya sudah ada pasar pastinya yaitu 400 orang santri dan karyawan. Santri itu mengonsumsi ikan tiga kali dalam seminggu kurang lebih mencapai 40 kilogram,” imbuhnya.

Di lahan seluas 3000 Meter persegi tidak hanya budi daya ikan dengan sistem bioflok saja yang dikembangakan tetapi juga sayur mayur seperti sawi, kangkung, dan kacang panjang. Menurut Abah, kebutuhan sayur bagi para santri cukup besar sehingga adanya Green House ini memang untuk memenuhi seluruh kebuthan santri serta untuk menjagga ketahanan pangan di lingkungan pesantren (Safitri Yulikhah).