Tingkatkan Integritas ASN, Seksi Bimas Islam Kankemenag Banjarnegara Selenggarakan Penguatan Tusi bagi Penghulu, Penyuluh dan Pelaksana CPNS dan PPPK

Banjarnegara, – Seksi Bimbingan Masyarakat (BIMAS) Islam, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menigkatkan integritas pegawainya melalui kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi bagi Penghulu, Penyuluh dan Pelaksana CPNS dan PPPK formasi tahun 2024 pada Rabu (11/06/2025).

Bertempat di Aula Kantor Kementerian Kabupaten Banjarnegara, kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada CPNS dan PPPK baru dalam menjalankan tugasnya memberikan pelayanan bagi masyarakat dan Kementerian Agama.

Turut hadir Plh Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara Muh. Subhan yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dan Kepala Seksi BIMAS Islam Kemenag Banjarnegara Slamet Wahyudi.

Dalam sambutanya sekaligus membuka kegiatan, Muh. Subhan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi CPNS dan PPPK yang baru ditugaskan agar dapat segera menyesuaikan diri di tempat tugasnya.

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, saya harap penghulu, penyuluh, dan pelaksana CPNS dan PPPK dapat segera menyesuaikan diri, dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjadi contoh untuk lingkungan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan selamat dan harapanya kepada CPNS dan PPPK yang sudah resmi bergabung di lingkungan kerja Kemenag Banjarnegara

“Selamat datang kepada CPNS dan PPPK dan selamat bertugas, bergabung menjadi ASN Kementerian Agama tidaklah mudah, saya harap para ASN dapat memberikan warna baru bagi Kemenag Banjarnegara, serta tetap mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah diraih,” imbuhnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Kepala KUA Kecamatan Banjarnegara Mushobihin yang memaparkan materi mengenai kepenghuluan, dan Mukhlish dari BIMAS Islam Kemenag Banjarnegara yang menyampaikan materi mengenai Penguatan Tugas dan Fungsi Penyuluh dan Pelaksana.

Dalam pemaparanya Mushobihin menyampaikan bahwa KUA merupakan etalase dan garda terdepan Kemenag yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Baik buruknya Kemenag dapat tercermin dari KUA. Oleh karena itu sangat penting bagi penghulu mempunyai kempampuan personal dan human relations.

Sedangkan Mukhlish yang memaparkan materi kepada penyuluh dan pelaksana menyampaikan bahwa sangat penting bagi kita untuk menjadi Penyuluh Agama yang Transformatif. Karena penyuluh merupakan agent of change masyarakat menuju kehidupan yang lebih religius, yang menempatkan nilai-nilai agama sebagai basis perubahan menuju kehidupan yang lebih harmonis, aman terntram, dan sejahtera lahir maupun batin.

Kegiatan penguatan ini menjadi momen bagi para ASN baru untuk mempererat hubungan, serta memahami tugas dan fungsi dalam menjalankan tugas.

Semoga, dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat meningkatkan integritas penghulu, penyuluh, dan pelaksana CPNS dan PPPK, serta dapat mempertahankan predikat WBK. (Azd)