Ubah Paradigma Shalat: Penyuluh KUA Punggelan Bekali Siswa SMPN 3 Punggelan Melalui Program BRUS

Banjarnegara (Humas) – Tim Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Punggelan sukses menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMPN 3 Punggelan. Kegiatan edukatif ini berlangsung selama satu pekan penuh, terhitung sejak (19-24/1/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tiga Penyuluh Agama Islam yakni Yani Itsnawati, Syu’bi Nurdiyanti dan Alif Helmi Saputra hadir sebagai narasumber utama. Fokus materi yang disampaikan adalah mendorong kesadaran siswa untuk menjaga kedisiplinan ibadah shalat dengan mengubah paradigma lama.

Yani, salah satu narasumber, menekankan pentingnya niat yang benar sejak dini. “Kita ingin anak-anak tidak lagi merasa terbebani. Shalat adalah sarana komunikasi langsung dengan Sang Pencipta. Jika mereka sudah merasa butuh, maka sesibuk apa pun kegiatannya di sekolah, mereka akan tetap mengutamakan shalat,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Diyan memaparkan dampak positif shalat terhadap kesehatan mental remaja. “Di usia sekolah, tantangan emosional sangat besar. Shalat yang dilakukan dengan tenang (khusyuk) bukan sekadar kewajiban formalitas, melainkan kebutuhan untuk menenangkan jiwa dan melatih kedisiplinan diri,” tambahnya.

Sementara itu, Helmi menutup sesi dengan memotivasi siswa agar menjadikan shalat sebagai sandaran hidup. “Ketika shalat dianggap sebagai kebutuhan, maka siswa akan melaksanakannya dengan ringan dan penuh kesadaran, bukan karena takut ditegur guru atau orang tua,” jelasnya.

 Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala SMPN 3 Punggelan,Joko Sumartoyo,   menyambut baik inisiatif ini dan menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan pembentukan karakter siswa. Joko  berharap kolaborasi antara penyuluh KUA Punggelan dan pihak sekolah dapat terus berlanjut secara konsisten di masa mendatang.

“Respon anak-anak sangat positif. Kami sangat berharap kerja sama ini tetap dipertahankan untuk membimbing mental dan spiritual generasi muda kami,” ungkap Joko.

 Melalui program BRUS ini, diharapkan para remaja di wilayah Punggelan memiliki fondasi agama yang kuat serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

(yi/azd)