Uji Coba PTM ke 4, Antusias Siswa MTs N 1 Banjarnegara Ikuti Kuliah Singkat Ramadhan

Banjarnegara -Kehadiran bulan suci Ramadhan selalu mengundang antusiasme umat muslim untuk mengisinya dengan berbagai macam aktivitas religi dengan keutamaan atau manfaat, tidak terkecuali MTs N 1 Banjarnegara.  

Bertempat di kelas IX A, Siswa-siswi MTsN 1 Banjarnegara mulai dari kelas VII A dan VII B mengikuti kuliah Ramadhan  yang disampaikan oleh Risky Arbangi Nopi selaku pemateri. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00-09.00 WIB Senin ini, (3/5)

Pada materi kali ini, Risky menyampaikan tentang Tata Cara Melaksanakan Tayamum dan Syaratnya. Dimana beliau menjelaskan bahwa Tayamum adalah tindakan bersuci dari hadas kecil atau hadas besar tanpa menggunakan media air, tetapi dengan pasir atau debu. Tayamum ini dilakukan sebagai pengganti wudu. Tayamum memiliki persyaratan dan tata cara tersendiri.

Adapun tata cara tayamum kepada 12 anak keseluruhan dari kelas VII A sampai VII B yang pertama adalah Syarat Tayamum Dalam “Sebab dan Tata Cara Bertayamum” yang ditulis oleh M. Tatam Wijaya (2018), terdapat empat syarat diperbolehkan untuk tayamum.

Yang pertama, adalah ketiadaan air secara kasat mata dan syara'.  “Secara kasat mata misalnya seperti dalam keadaan bepergian dan benar-benar tidak ada air. Sedangkan secara syara' adalah air yang ada hanya mencukupi untuk kebutuhan minum saja, sehinggga tidak mungkin dipakai untuk wudu.” jelasnya.  

Selanjutnya hal yang diperbolehkan untuk tayamum adalah jauhnya tempat untuk memperoleh air yang diperkirakan sekitar 2,5 kilometer untuk bisa mendapatkannya. Yang ketiga adalah sulitnya menggunakan air.  

“Air memang dekat, namun tidak bisa dijangkau karena beberapa hal. Misalnya, adanya musuh, binatang buas, dipenjara, dan lainnya. Secara syara', contohnya karena khawatir akan datang penyakit, takut penyakitnya semakin kambuh, ataupun karena takut lama sembuhnya,” imbuhnya.

Yang keempat adalah kondisi sangat dingin jika menggunakan air karena tidak ada sesuatu yang dapat mengembalikan kehangatan tubuh.

Di akhir materi, Risky juga mempraktikan tata cata bertayamum dengan baik dan benar beserta dengan niatnya. Setelah menyampaikan materi, Risky juga menantang para peserta didik untuk menghafalkan niat tayamum serta mempraktikan di depan kelas. Hal itu guna melatih kecerdasan daya ingat serta kemandirian untuk berani maju di depan kelas. (Risky/mnh)