Banjarnegara (Humas) – Suasana pendopo Kecamatan Banjarnegara pada Selasa (19/8) tampak semarak dengan gelaran lomba Sambung Lagu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Lomba yang diikuti oleh 30 tim dari berbagai sekolah, instansi, dan kelurahan se-Kecamatan Banjarnegara ini menjadi ajang unjuk bakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
MTs Negeri 1 Banjarnegara tidak ketinggalan mengambil bagian dalam perlombaan ini. Madrasah tersebut mengirimkan tim guru yang terdiri dari Linara, Novia, Rahma Ayu, Kasum, dan Surya. Dengan penuh semangat, mereka membawakan lagu wajib “Bukit Berbunga” yang dipopulerkan Uci Bing Slamet dan lagu pilihan bebas “Cinta” milik Vina Panduwinata.
Tim sambung lagu Madtsansa dibimbing langsung oleh Hj. Amri Inayati. Berbekal latihan yang dilakukan di sela kesibukan mengajar, para guru tampil percaya diri dengan harmonisasi suara yang kompak dan ekspresi yang menghibur. Meski belum berhasil meraih gelar juara, penampilan mereka tetap mendapat apresiasi hangat dari penonton yang hadir.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan kebanggaannya atas partisipasi tim guru.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan bapak dan ibu guru yang sudah berlatih dan tampil di lomba ini. Memang hasilnya belum juara, tapi yang terpenting adalah partisipasi aktif dalam memeriahkan hari kemerdekaan. Inilah teladan nyata untuk anak-anak kita, bahwa keberanian tampil dan berkontribusi jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar piala,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Hj. Amri Inayati menuturkan bahwa tim sambung lagu Madtsansa memiliki semangat yang luar biasa.
“Waktu latihan kami tidak panjang karena harus menyesuaikan dengan jadwal mengajar. Namun, mereka tetap antusias. Saya bangga karena semua anggota tim bisa tampil dengan percaya diri. Menurut saya, ini bukan hanya tentang lomba, tetapi tentang kebersamaan dan semangat berkarya,” jelasnya.
Salah satu anggota tim, Linara, juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa ikut serta dalam ajang ini.
“Ini pengalaman berharga bagi saya pribadi. Bisa tampil kembali bersama rekan-rekan guru di depan banyak orang memberi kesan mendalam. Kami memang belum menang, tapi kami bahagia karena bisa menghibur penonton dan membawa nama Madtsansa dalam suasana gembira,” ungkapnya sambil tersenyum.
Koordinator lomba, Supriyanto, kepada tim warta Madtsansa menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta.
“Lomba sambung lagu ini diikuti 30 tim yang berasal dari sekolah, instansi, dan kelurahan se-Kecamatan Banjarnegara. Setiap tim punya ciri khas dan kekompakan masing-masing. Tim dari Madtsansa juga cukup menonjol dengan pilihan lagu yang populer dan harmonisasi suara yang indah. Walaupun belum mendapat juara, mereka sudah ikut menyemarakkan suasana dengan penuh semangat,” ujarnya.
Lomba sambung lagu ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi media untuk melestarikan karya musik nasional sekaligus membangkitkan rasa cinta tanah air. Lagu-lagu yang dipilih peserta umumnya adalah karya musisi legendaris Indonesia yang hingga kini masih melekat di hati masyarakat. Dengan begitu, generasi muda diharapkan tetap mengenal dan mencintai lagu-lagu tersebut.
Bagi Madtsansa, keikutsertaan guru dalam lomba ini juga menjadi bentuk nyata dari dukungan terhadap program pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perayaan kemerdekaan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa Madtsansa tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga turut aktif dalam bidang seni, budaya, dan kegiatan sosial.
H. Yatiman menambahkan, “Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa merayakan kemerdekaan bukan hanya dengan upacara atau lomba internal, tetapi juga dengan ikut berpartisipasi di tingkat masyarakat. Guru-guru Madtsansa sudah memberi contoh, dan saya berharap anak-anak bisa termotivasi untuk berani tampil dan berprestasi dalam bidang apa pun,” pungkasnya.
Meskipun belum membawa pulang gelar, pengalaman yang diperoleh tim sambung lagu Madtsansa menjadi modal berharga untuk kesempatan berikutnya. Dengan semangat kebersamaan, para guru Madtsansa telah menunjukkan bahwa mereka siap mendukung setiap agenda positif di masyarakat, sekaligus menjadi teladan bagi peserta didik dalam meneladani nilai nasionalisme, sportivitas, dan kerja sama. (Fy/La)
