Mendidik Anak Agar Tak Jadi Musuh di Akhirat, Penyuluh KUA Pagentan Beri Bimbingan di MT Al Mubarok

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada jemaah Majelis Taklim (MT) Al Mubarok Dusun Siwedung, Desa Larangan. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/9/2026) di ruang aula RA Al Hidayah ini diikuti oleh 23 orang jemaah yang seluruhnya merupakan wali siswa Raudhatul Athfal (RA) Al Hidayah Larangan.

Mengusung tema “Mendidik Anak Agar Tak Jadi Musuh di Akhirat”, bimbingan ini berfokus pada pentingnya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan akhlakul karimah sejak dini. Syaiful Abidin menekankan bahwa pola asuh yang salah tidak hanya berdampak pada masa depan anak di dunia, tetapi juga dapat menjadi beban pertanggungjawaban bagi orang tua di akhirat kelak.

“Anak adalah amanah sekaligus ujian bagi setiap orang tua. Jika kita hanya berfokus pada kebutuhan materi tanpa membekali mereka dengan fondasi iman dan akhlak, dikhawatirkan anak-anak tersebut justru akan menuntut dan menjadi penuntut bagi orang tuanya di hadapan Allah kelak. Oleh karena itu, mari kita jadikan pendidikan agama di rumah sebagai benteng utama,” ujar Syaiful Abidin di sela-sela penyampaian materinya.

Para peserta tampak antusias menyimak materi dan aktif berdiskusi mengenai tantangan mendidik anak di era modern. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru bagi para wali siswa dalam mendampingi tumbuh kembang buah hati mereka secara islami.

Ketua MT Al Mubarok yang sekaligus menjabat sebagai Kepala RA Al Hidayah Larangan, Hidayat Dandi Pratama, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan KUA Pagentan. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan para orang tua saat ini.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak KUA Pagentan, khususnya Bapak Syaiful Abidin, yang telah berkenan berbagi ilmu. Pencerahan ini sangat penting bagi para wali siswa RA Al Hidayah agar tercipta keselarasan antara pendidikan agama yang diajarkan di sekolah dengan pola bimbingan yang diterapkan para orang tua di rumah,” tutur Hidayat Dandi Pratama. 

(msa/azd)