Pembelajaran Mendalam Siklus Air di Kelas 5D MIFABARA, Nani Ajak Siswa Meliterasikan dan Mensyukuri Nikmat Allah Lewat Pengalaman Hidup

Banjarnegara – Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 5D MIFABARA berlangsung dengan suasana berbeda dan penuh makna, Sabtu (29/11). Pada materi siklus air, guru kelas, Nani, menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang mengaitkan materi dengan pengalaman hidup sehari-hari siswa serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Dalam pembelajaran tersebut, Nani tidak hanya menyampaikan materi melalui papan tulis, tetapi mengajak siswa berdialog tentang pengalaman mereka terkait hujan, panas matahari, embun pagi, hingga air sungai dan sumur yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak menyadari bahwa peristiwa alam yang mereka alami setiap hari merupakan bagian dari siklus air yang sangat luar biasa.

“Anak-anak saya ajak untuk tidak sekadar menghafal proses penguapan, pengembunan, dan hujan, tetapi juga merasakan bagaimana siklus air itu benar-benar hadir dalam kehidupan mereka. Dari situ tumbuh rasa kagum dan syukur kepada Allah,” tutur Nani di sela pembelajaran.

Suasana kelas tampak hidup. Siswa aktif bertanya, berbagi pengalaman saat hujan deras, kekeringan, hingga pentingnya air bagi kehidupan. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep secara kognitif, tetapi juga secara emosional dan spiritual.

Di akhir pembelajaran, Nani mengajak siswa melakukan kegiatan literasi dengan menuliskan hasil pemahaman mereka dalam bentuk cerita. Dua siswi kelas 5D, Nayla dan Ajeng, tampil membacakan cerita berjudul Perjalanan Tira dan Aira. Cerita tersebut mengisahkan perjalanan setetes air dari laut yang menguap menjadi awan, turun sebagai hujan, lalu mengalir kembali ke sungai dan laut dengan pesan utama tentang pentingnya menjaga air dan bersyukur atas karunia Tuhan.

Pembacaan cerita disambut antusias oleh teman-temannya. Tepuk tangan pun menggema setelah Nayla dan Ajeng menyelesaikan kisah mereka dengan penuh percaya diri.

Kepala Madrasah MIFABARA memberikan apresiasi atas model pembelajaran yang diterapkan. “Pembelajaran seperti ini sangat kami harapkan, tidak hanya menumbuhkan pemahaman akademik, tetapi juga membangun karakter, rasa syukur, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan,” ujarnya.

Melalui pembelajaran mendalam ini, siswa kelas 5D tidak hanya belajar tentang siklus air sebagai materi IPAS, tetapi juga belajar tentang arti kehidupan, kepedulian, serta rasa syukur atas nikmat Allah yang sering kali hadir tanpa disadari.(nas)