Banjarnegara (Humas) — Kunjungan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rakit ke Desa Badamita berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan yang dipusatkan dalam Pertemuan PKH Kelompok 2 Badamita ini tidak hanya diisi dengan pembinaan keagamaan, tetapi juga diwarnai cerita-cerita lucu yang mengundang tawa para peserta. (20/1/2026)
Penyuluh Agama Islam Rakit, Sodikin, hadir memberikan penguatan nilai-nilai keislaman serta motivasi kehidupan keluarga kepada para anggota PKH Kelompok 2. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, kejujuran, serta semangat saling tolong-menolong sebagai bagian dari ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana pertemuan menjadi semakin cair ketika Sodikin menyelipkan cerita lucu dari pengalaman dakwahnya di desa. Ia mengisahkan kejadian saat dirinya salah menyebut nama jamaah dalam sebuah pengajian, yang justru membuat suasana menjadi akrab dan penuh gelak tawa.
“Dakwah itu tidak harus selalu tegang. Kalau suasananya cair, pesan agama lebih mudah diterima,” ujar Sodikin, disambut tawa dan tepuk tangan peserta.
Pendamping PKH Desa Badamita, Nur Hasan, menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama memberikan dampak positif bagi anggota PKH, terutama dalam membangun semangat dan kepercayaan diri keluarga penerima manfaat.
“Pendekatan Pak Penyuluh sangat membumi. Anggota PKH jadi lebih antusias dan nyaman mengikuti pertemuan,” ungkap Nur Hasan.
Salah satu anggota PKH Kelompok 2, Suswati, mengaku senang dengan suasana kegiatan yang berbeda dari biasanya. Ia merasa pertemuan kali ini tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadi hiburan yang menyegarkan.
“Rasanya senang, dapat ilmu, dapat ketawa juga. Jadi pulang bawa hati ringan,” tutur Suswati.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara penyuluh agama dan pendamping PKH terus terjalin dengan baik dalam rangka membangun keluarga PKH yang religius, mandiri, dan harmonis di Desa Badamita.
(Sks/azd)
