Laeli Ajarkan Cara Mengirim Surat melalui Email pada Mapel Bahasa Indonesia Kelas 5

Banjarnegara – Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Banjarnegara (MIFABARA) terus dikembangkan agar selaras dengan perkembangan zaman. Pada salah satu pertemuan, Nani selaku guru Bahasa Indonesia mengajarkan materi surat elektronik (surel), khususnya praktik cara mengirim surat melalui email kepada siswa kelas 5.(19/1)

Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, siswa terlebih dahulu dikenalkan dengan pengertian surel sebagai sarana komunikasi tertulis modern yang kini banyak digunakan dalam berbagai keperluan, baik pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Nani menekankan bahwa meskipun menggunakan media digital, penulisan email tetap harus memperhatikan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Menulis email itu sama seperti menulis surat, harus jelas, sopan, dan mudah dipahami. Bedanya hanya pada media yang digunakan,” jelas Nani saat memberikan pengantar materi.

Guru menjelaskan bagian-bagian penting dalam surat elektronik, mulai dari alamat email pengirim dan penerima, penulisan subjek, isi pesan, hingga penutup. Siswa juga dibekali pemahaman tentang etika mengirim email, seperti penggunaan bahasa yang santun, tidak menyingkat berlebihan, serta pentingnya mencantumkan subjek agar pesan mudah dikenali.

Setelah penjelasan teori, pembelajaran dilanjutkan dengan praktik langsung. Siswa dibimbing langkah demi langkah untuk memahami cara mengirim surat melalui email. Mulai dari menuliskan alamat tujuan, menyusun subjek, merangkai isi pesan secara runtut, hingga menekan tombol kirim. Suasana kelas tampak aktif dan antusias, siswa dengan serius mengikuti setiap arahan yang diberikan.

Menurut Nani, pembelajaran surel ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan literasi digital sejak dini. “Anak-anak perlu dilatih berkomunikasi secara tertulis dengan baik, karena keterampilan ini akan sangat berguna di jenjang pendidikan berikutnya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga dilatih berpikir sistematis, bertanggung jawab, dan bijak dalam menggunakan media digital. Beberapa siswa bahkan terlihat berani mencoba menyusun isi email dengan bahasa mereka sendiri.

Salah satu siswa kelas 5 mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru. Ia merasa pelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih menarik dan bermanfaat karena langsung dipraktikkan.

Melalui pembelajaran surel ini, MIFABARA berharap siswa mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan etika dan kemampuan berbahasa yang baik, sebagai bekal penting di era digital.(nas)