Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Pandanarum yaitu Turno, melaksanakan kegiatan bimbingan perkawinan mandiri di ruang pelayanan KUA Pandanarum. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan optimal kepada calon pengantin, mengingat jumlah pernikahan di wilayah KUA Pandanarum yang relatif sedikit sehingga belum memungkinkan untuk dilaksanakannya bimbingan perkawinan secara massal. (20/1/2026)
Pada kesempatan tersebut, Turno memberikan pembekalan kepada calon pengantin terkait persiapan membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman hak dan kewajiban suami istri, pentingnya komunikasi dalam rumah tangga, serta upaya menjaga keharmonisan keluarga berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam.
Selain materi inti bimbingan perkawinan, Turno juga menyampaikan salah satu program unggulan KUA Pandanarum yaitu CEMARA (Catin Menanam untuk Alam Ramah). Program ini ditujukan bagi para calon pengantin di wilayah Pandanarum sebagai bentuk dukungan terhadap program Menteri Agama tentang ekoteologi, yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan.
Melalui program CEMARA, setiap calon pengantin diajak untuk menanam satu bibit pohon atau tanaman produktif sebelum melangsungkan pernikahan. Kegiatan ini dimaknai sebagai simbol awal kehidupan rumah tangga yang diharapkan dapat tumbuh, mengakar kuat, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Indra dan Tika selaku calon pengantin menyambut baik program tersebut. Mereka mengaku senang dan terkesan dengan adanya kewajiban penanaman satu bibit pohon sebelum menikah.
“Menurut kami, penanaman satu bibit pohon ini memiliki makna yang sangat baik. Selain sebagai bentuk ibadah dan kepedulian terhadap alam, ini juga menjadi pengingat bagi kami bahwa pernikahan harus dirawat dengan kesabaran dan tanggung jawab, seperti merawat tanaman agar terus tumbuh,” ungkap Indra dan Tika.
Dengan adanya bimbingan perkawinan mandiri dan penerapan Program CEMARA ini, KUA Pandanarum berharap para calon pengantin memiliki kesiapan lahir dan batin dalam membangun keluarga sakinah, sekaligus memiliki kesadaran ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial.
(ev/ azd)
