Banjarnegara (Humas) – Kalau dengar kata KUA, mungkin yang terlintas di pikiran cuma urusan surat nikah atau administrasi yang kaku. Tapi, KUA Pagentan baru saja membuktikan kalau mereka bisa jadi “teman curhat” yang asyik buat warga.
Pada Selasa (20/1/2026) kemarin, suasana di KB Pertiwi Desa Plumbungan mendadak hangat. Sekitar 38 ibu-ibu wali murid berkumpul bukan cuma buat pengajian rutin, tapi buat mendalami rahasia tetap tangguh menghadapi hidup lewat kisah Nabi Muhammad SAW.
Sesi ini dipandu oleh M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam yang membawakan materi dengan cara yang sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Ia mengupas peristiwa Amul Huzni atau Tahun Kesedihan momen ketika Rasulullah berada di titik terendah setelah kehilangan orang-orang tersayang.
“Rasulullah saja pernah merasa sangat sedih sebelum akhirnya diberikan perjalanan Isra Mikraj yang luar biasa. Jadi, kalau Ibu-ibu merasa lagi di bawah, itu tandanya Allah sedang menyiapkan kita untuk naik kelas,” ujar Syaiful yang disambut anggukan setuju para jamaah.
Turipah, Wakil Kepala KB Pertiwi Plumbungan, merasa pendekatan seperti ini sangat menyentuh sisi kemanusiaan warga. Baginya, warga desa saat ini tidak hanya butuh aturan, tapi butuh dukungan moral.
“Jujur saja, tantangan hidup zaman sekarang itu berat, apalagi buat kami ibu-ibu di desa. Kedatangan teman-teman dari KUA dengan cerita Sirah Nabawiyah ini rasanya seperti dikasih air di tengah padang pasir. Hati jadi adem,” ungkap Turipah dengan senyum sumringah.
Ia juga menambahkan bahwa cara penyampaian yang santai membuat warga tidak merasa sedang digurui. “Kami jadi paham kalau ujian itu bukan hukuman. Tadi saya lihat ibu-ibu yang datang wajahnya jadi lebih cerah setelah dengar penjelasan bahwa setelah kesedihan mendalam, pasti ada kemuliaan yang menanti,” imbuhnya.
Sekarang, KUA Pagentan sudah mulai berubah wajah. Nggak cuma jadi kantor urusan surat-menyurat, tapi bertransformasi jadi:
- Tempat Curhat Spiritual: Solusi buat yang lagi burnout atau stres dengan urusan hidup.
- Wadah Belajar Bareng: Belajar nilai moral lewat cerita yang seru.
- Tempat Kumpul Positif: Mempererat silaturahmi biar warga makin kompak.
Acara pun ditutup dengan doa bersama. Harapannya, warga Desa Plumbungan pulang dengan perasaan lebih ringan dan mental yang lebih tangguh. Bahwa setiap ujian itu bukan beban, tapi anak tangga untuk jadi pribadi yang lebih hebat lagi.
(msa/azd)
